SISTEM KEPERCAYAAN DI KALANGAN IBU HAMIL DALAM MASYARAKAT MELAYU

Sri Kartikowati, Dan Hidir
unpublished
This qualitative research focused on a traditional beliefs amongst pregnant women in Malay society. This research had two aims: to determine appreciation of pregnant women on how they interpret myths and taboos of pregnancy that existed and practiced in Malay community. The other aim was to identify the role of gender relations and family intervention in practice. The study was conducted in Distric Singingi Hilir, Regency Kuantan Singingi. Data was obtained by interviewing number of pregnant
more » ... mber of pregnant women using dialogical interpretation approach that produces negotiate meaning for then transfered into the report. Data were analyzed using Model of Flow Analysis. Through in-depth study and carried out FGDs, it was found that myth among pregnant women in fact encompassed educational elements that could be interpreted in a very broad message. The sanctions imposed by parents and spouses of respondents, generally was easy to comprehend by society. The mythos was essentially concerns with moral values in which attitudes and bad behavior should be avoided by the Malays community. That's why elderly people in Malay community remind its members promptly to leave and stay away from attitudes reflected unpleasant behaviors. Abstrak: Penelitian kualitatif ini berfokus pada sistem kepercayaan di kalangan ibu hamil di masyarakat Melayu. Riset ini bertujuan mengetahui apresiasi kaum ibu hamil dalam memaknai mitos dan tabu hamil yang masih ada dan dipraktekkan dalam masyarakat Melayu. Tujuan berikutnya adalah me-ngidentifikasi peran relasi jender dan intervensi keluarga dalam prakteknya. Kajian dilaksanakan di Kecamatan Singingi Hilir, Kabupaten Kuantan Singingi. Data diperoleh melalui teknik wawancara kepada responden para ibu hamil melalui pendekatan dialogical interpretation yang menghasilkan negotiate meaning untuk kemudian dituangkan dalam bentuk laporan. Data dianalisis dengan menggunakan teknik analisa mengalir (flow model of analysis). Melalui kajian mendalam dan pe-laksanaan diskusi terfokus ditemukan bahwa mitos di kalangan ibu hamil pada hakekatnya me-ngandung unsur-unsur pendidikan karena ada makna yang dapat diintepretasikan sebagai pesan sangat luas. Sanksi-sanksi yang diterapkan oleh para orang tua dan pasangan responden, umumnya bersifat umum dan mudah dicerna masyarakat. Pantang larang ini hakekatnya menyangkut nilai-nilai moral dimana sikap dan perilaku buruk harus dijauhi oleh orang Melayu dan masyarakatnya. Itulah sebabnya orang-orang tua dalam masyarakat Melayu selalu mengingatkan masyarakatnya agar meninggalkan dan menjauhi sikap dan perilaku yang dipantangkan. Kata Kunci: ibu hamil, mitos, sistem kepercayaan, masyarakat Malayu PENDAHULUAN Dalam banyak masyarakat, kepercayaan terhadap mitos dan berbagai tabu masih tampak menggejala. Hal ini wajar karena hampir semua suku bangsa mengenal apa yang di sebut mito-logi. Namun anehnya, mengenai kebenaran tentang suatu mitologi (baca: mitos) itu sampai kini masih sulit di buktikan kebenarannya. Kendatipun mitos itu sulit dibuktikan kebe-narannya namun hingga kini nasih banyak ang-gota masyarakat tetap memiliki keyakinan yang sangat kuat akan kebenarannya itu, terlebih dalam masyarakat tradisional. Oleh karenanya wajarlah bila dalam masyarakat yang demikian itu masih tumbuh subur mitos dan tabu dalam berbagai praktek kehidupan. Haruslah diakui bahwa mitos dan tabu itu tidak hanya ada dalam kultur masyarakat tradisional (pedesaan) saja, kenyataan menunjukan masih banyak orang yang mengaku dirinya modern dan berpendidikan masih juga menyakini akan adanya kebenaran dari suatu mitos. Selanjutnya bila kita membicarakan mitos, menurut Djamhur (1977) paling tidak mitos itu sendiri memiliki pengertian, yaitu dongeng suci yang mengandung kepercayaan terhadap 159
fatcat:4qgidppldzc3llqexe75hrksdm