Performan Reproduksi Sapi PO pada Dataran Rendah dan Dataran Tinggi di Provinsi Jambi Performan Reproduksi Sapi PO pada Dataran Rendah dan Dataran Tinggi di Provinsi Jambi

Iskandar
2011 Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Peternakan Mei   unpublished
Intisari Penelitian dilakukan untuk mengetahui performan reproduksi sapi PO pada dataran rendah dan dataran tinggi di Provinsi Jambi. Materi penelitian menggunakan sapi PO yang dipelihara di kecamatan Sekernan (dataran rendah) dan di kecamatan Kayu Aro (dataran tinggi). Pemilihan sampel dilakukan secara purposive sampling dengan menggunakan metode survey. Analisis data menggunakan uji Z Test. Tingkat kepemilikan sapi PO setiap peternak relatif sama baik di kecamatan Sekernan 1.98 ekor maupun di
more » ... 1.98 ekor maupun di kecamatan Kayu Aro 2.02 ekor. Performan reproduksi sapi PO antara kecamatan sekernan dengan kecamatan Kayu Aro berbeda sangat nyata (P<0,01) seperti umur pubertas 672, 76 hari, umur kawin pertama 694.11 hari dan service period 114 hari untuk kecamatan Kayu Aro dan lebih cepat dicapai bila dibandingkan dengan performan reproduksi sapi PO di kecamatan Sekernan yaitu umur pubertas 823.436 hari, kawin pertama 847.89 hari dan service periode 162.345 hari. Service perconception untuk kecamatan Kayu Aro sebesar 1.3 dan kecamatan Sekernan 1.5. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan performan reproduksi sapi PO antara dataran rendah dengan dataran tinggi. Performan reproduksi sapi PO pada dataran tinggi lebih baik dari dataran rendah di Provinsi Jambi. Kata kunci: sapi PO, reproduksi, dataran rendah, dataran tinggi, Provinsi Jambi Abstract The research was conducted to evaluate the reproductive performance of PO cattle on lowland and highland in Jambi Province. Sekernan Regency (lowland) and Kayu Aro Regency (highland) were purposively chosen as a sample of two different area. Data were analyzed using Z-test. The number of cattle reared was relatively similar between Sekernan Regency (1.98 heads) and Kayu Aro Regency (2.02 heads). Reproductive performance of PO cattle was significantly different (P<0.01) between two areas on age of puberty (Kayu Aro vs Sekernan : 672,76 d vs 823.44 d), age of first mating (694.11 d vs 847.89 d). service period (114.00 d vs 162.45 d). Service per conception in Kayu Aro and Sekernan was 1.3 and 1.5 respectively. In conclusion, there were differences on reproductive performance of PO cattle between lowland and highland areas in Jambi Province. Pendahuluan Umur pubertas merupakan salah satu hal yang penting untuk diketahui masyarakat peternak, karena pubertas adalah umur saat datangnya berahi pertama yang terjadi dalam hidup hewan betina, karena saat itu hewan telah sanggup memproduksi sel telur serta organ-organ reproduksi telah mulai berfungsi. Pada hewan betina pubertas dicerminkan oleh terjadinya estrus dan ovulasi yang akan menentukan performan reproduksi. Performan reproduksi sapi PO akan dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lainnya yaitu faktor genetik (bangsa),
fatcat:4ygxq5r7fbhdtblstfutyvoj7u