KUALITAS ISI RUMEN SAPI HASIL FORTIFIKASI DAN FERMENTASI QUALITY OF FORTIFIED AND FERMENTED COW'S RUMEN CONTENT

E Heryani, Mahasiswa S1, Jurusan Peternakan, Fakultas Pertanian, Universitas Djuanda Bogor, Jurusan Peternakan, Fakultas Pertanian
2015 unpublished
A study on quality of fortificated and fermented rumen content originated from Brahman cross male had been conducted in order for reveal the influence of fortification and fermentation treatments on the experience nutrient content and physical characteristic. The treatments were (1) A type of fortification (cattle's rumen contents 62% + bran 32% + molasses 6% + urea 1%) with no fermentation, two weeks, and four weeks of fermentation (2). B type of fortification(cattle's rumen contents 62% +
more » ... 32% + molasses 5% + urea 1% + zeolite 1%) withno fermentation, two weeks and four weeks of fermentation periode. Experimental design used was a completely randomized design factorial of a 2 x 3 factor had been applied two different of fortifitation and three different fermentations periode, a multiple Duncan range test or Tukey test was applied if the previous test univariate and kruskal-wallis showed significantly effect (P<0.05). The result of study showed that A type fortification resulted in the highest (P<0.05) crude protein contents and lower ash contents than B type fortification when its incubated for four weeks of fermentation period. However both treatments did not show significant effect on crude fiber or lipid content and pH. Effect of the treatments on some physical characteristics of the rumen contents showed that the A type fortification resulted in better color, texture, and flavor than the type fortification B in 4 weeks fermentation periode. ABSTRAK Penelitian kualitas isi rumen sapi (IRS) yang difortifikasi dan difermentasi berasal dari sapi brahman cross jantan yang diadakan dalam rangka untuk mengungkap pengaruh perlakuan fortifikasi dan fermentasi pada kandungan nutrisi dan ciri-ciri fisik. Perlakuan adalah (1). Jenis fortifikasi A (isi rumen sapi 62% + dedak 32% + molases 6% + urea 1%) dengan tanpa fermentasi , 2 minggu dan 4 minggu waktu fermentasi. (2). Jenis fortifikasi B (isi rumen sapi 62% + dedak 32% + molases 5% + urea 1% + zeolit 1%) dengan tanpa fermentasi, 2 minggu, dan 4 minggu waktu fermentasi. Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan acak lengkap faktorial 2 x 3 faktor, faktor yang di gunakan 2 fortifikasi yang berbeda dan 3 lama fermentasi yang berbeda, uji Duncan dan Tukey digunakan apabila sebelumnya uji univariate dan kruskal-wallis menunjukkan berbeda nyata (P<0,05). Hasil penelitian menunjukkan kandungan nutrisi isi rumen sapi fermentasi hanya kandungan protein kasar yang berbeda nyata (P<0,05) dan kandungan abu lebih rendah daripada jenis fortifikasi B ketika diperam selama 4 minggu fermentasi. Tetapi kedua perlakuan tidak menunjukkan pengaruh yang nyata pada serat kasar ataupun lemak dan pH. Pengaruh perlakuan pada beberapa ciri-ciri fisik isi rumen sapi menunjukkan bahwa jenis fortifikasi A menghasilkan warna, tekstur, dan aroma lebih baik daripada jenis perlakuan fortifikasi B selama 4 minggu fermentasi. Kata kunci: Isi Rumen Sapi, Fortifikasi, Fermentasi Heryani E, Kardaya D, dan Deden S. 2015. Kualitas Isi Rumen Sapi Hasil Fortifikasi dan Fermentasi. Jurnal Peternakan Nusantara 1(1): 49-56.
fatcat:gu4rlmem4ngxdbpht7spr5m56y