PENGEMBANGAN HUKUM ISLAM TENTANG ZLKNI

Memahami Konsep, Zakat Obligasi, Dalam Pemikiran, Yusuf Qardhalvi, Soleh Sultan, Agung Unissula, Semarang
Januari-Juni20L5   unpublished
This paper has an aim to know how the thinking concept ofYusuf Qardhawi about the alms's (zakat) obligation and what is the basic law of the thinking that used by Yusuf Qardhawi in establishing that obligation must be paid through the alms. Along with the times and an increasingly modern economic system, it is known for their economic activities through the obligation. Obligation is a valuable documents that generate profits. Therefor, Yusuf Qardhawi includes the obligation into wealth category
more » ... which shall be issued it's alms (zakat). The basic law that is used by Yusuf Qardhawi to establish the obligation as a paft of wealth which shall be issued it's alms (zakat) is based on the interpretation toward the nash of Qur'an in At-Taubah epistle on the 103th paragraph that still has this mujmal characteristic. To strengthen his thinking, Yusuf Qardhawi is used the analogy mechanism (qiyas), respects the ijma' of the scholars and considers the benefit (maslahat) through the social approach. Abstrak Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana konsep pemikiranYusuf Qardhawi tentang zakat obligasi dan apa dasar hukum pemikiran yang digunakan oleh Yusuf Qardhawi dalam menetapkan bahwa obligasi wajib dizakati. Seiring dengan perkembangafl zaman dan sistem perekonomian yang semakin modern, dikenal adanya aktivitas ekonomi melalui obligasi. Obligasi rrerupakan surat-surat berharga yang rnenghasilkan keuntungan. Oleh karenanya, Yusuf Qardhawi memasukkan obligasi ke dalam kategori harta kekayaan yang wajib dikeluarkan zakatnya. Dasar hukum yang dipakai Yusuf Qardhawi dalam menetapkan obligasi sebagai bagian dari harta yang wajib dikeluarkan zakatnya berdasarkan pada interpretasi terhadap nash al-Qur'an surat at-Taubah ayat 103 yang masih bersifat mujmal. Untuk memperkuat pemikirannya tersebut, Yusuf Qardhawi menggunakan mekanisme analogi (;qiyas), menghotmati ijma' para ulama dan mempertimbangkan manfaat (maslahat) dengan melalui pendekatan sosial. 35
fatcat:kzep3bmui5ckhex2234acrkzzi