PEMBINAAN TERORIS ANAK DI LEMBAGA PEMBINAAN KHUSUS ANAK KLAS I DI TANGERANG

Vivi Sylviani Biafri, Politeknik Ilmu Pemasyarakatan (POLTEKIP) Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia
2019 Sosio Konsepsia: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial  
Abstrak Latar belakang penelitian karena keprihatinan anak yang terlibat dalam tindak pidana teroris. Berdasarkan data pada bulan Januari 2017 (sumber Ditjen Pemasyarakatan) jumlah anak tindak pidana teroris berjumlah 5 (lima) orang seluruh Indonesia. Walaupun jumlahnya sedikit jika tidak mendapat penanganan yang komprehensif maka akan berdampak buruk bagi bangsa Indonesia. Permasalahan umum yang ingin dibahas adalah bagaimana pembinaan teroris anak di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Klas
more » ... s Anak (LPKA) Klas I Tangerang. Fokus penelitian ini diarahkan pada (1) bagaimana permasalahan teroris anak ?; (2) bagaimana kebutuhan teroris anak ?; (3) Bagaimana model pembinaan teroris anak ? Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus (case study). Kasus dalam penelitian ini merupakan kasus tunggal (single case study). Penelitian bersifat deskriptif. Teknik pengumpulan data dengan cara wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Lokasi penelitian di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Klas I Tangerang. Subyek penelitian adalah anak yang melakukan tindak pidana teroris. Kerangka teoritis yang menjadi dasar analisis adalah teori perkembangan anak dan teori ekologi sosial. Tujuan penelitian untuk menganalisis bagaimana pembinaan teroris anak di LPKA Klas I Tangerang. Hasil penelitian menunjukan bahwa belum ada pembinaan yang bersifat khusus bagi teroris anak. Pembinaan masih bersifat komunal. Pembinaan anak dengan tindak pidana teroris sama dengan tindak pidana umum. Akibatnya perubahan ideologi belum tersentuh. Kata Kunci:teroris anak, perkembangan anak, pembinaan. Abstract Research background to concerns of children involved in terrorist crime. Based on data in January 2017 (Directorate General of Corrections) the number of Children with cases of terrorist crime amounted to 5 (five) people throughout Indonesia. Although there are few if there is no comprehensive treatment, it will have a negative impact on the Indonesian people. The general problem to be discussed is how to train child terrorists at the Child Development Institution Class I Tangerang. The focus of this research is directed at (1) how the problems of child terrorist ?; (2) what is the need for child terrorist ?; (3) What is the model of child terrorist development? This research uses a qualitative approach with a case study method. The case in this study is a single case (single case study). The research is descriptive. The technique of collecting data is by interview, observation and documentation study. Research location at the Child Development Institution Class I Tangerang. The research subjects were children with terrorist crimes. The theoretical framework on which the analysis is based is the theory of child development and the theory of social ecology. The results of the study show that there is no specific guidance for child terrorists. Developing is still communal. Guidance of children with terrorist crimes is the same as general crime. As a result, ideological changes have not been touched.
doi:10.33007/ska.v8i2.1450 fatcat:vlkejectv5h5vbt6xa2mh5jf5i