PSIKOLOGI CYBER MEDIA SENI KOMUNIKASI PROPAGANDA MENGGUNAKAN MEDIA SOSIAL DALAM KAITANNYA DENGAN ISU SARA DI INDONESIA

Oleh Fajar, Dwi Putra, Fakultas Sastra, Budaya Dan, Komunikasi Universitas, Ahmad Dahlan, Yogyakarta Program, Studi Komunikasi
2017 unpublished
ABSTRAK Pembentukan karakter dan kepribadian seseorang ditentukan ketika seseorang tersebut bersosialisasi dengan lingkungan sekitarnya. Baik itu lingkungan fisik yang diperoleh dengan pergaulan secara langsung, melalui buku atau media cetak maupun melalui media-media elektronik seperti televisi, radio bahkan internet. Kehadiran media sosial, seperti Facebook, Twitter, Blog, Path, BBM, dan sebagainya, membawa perubahan yang sangat radikal dalam berkomunikasi. Apalagi media sosial tersebut dapat
more » ... sial tersebut dapat dilihat melalui telepon genggam atau telepon seluler (ponsel) yang semua orang bisa mengaksesnya kapan saja. Melalui media sosial pula kita dapat melakukan interaksi sosial dalam berbagai macam bentuk pertukaran, kolaborasi dan saling mengenal satu sama lain dalam jenis gambar/foto dan audio visual. ABSTRACT The formation of a person's character and personality is determined when the person is socializing with the environment. Whether it is the physical environment obtained by association directly, through books or print media or through electronic media such as television, radio and even the internet. The presence of social media, such as Facebook, Twitter, Blogs, Paths, BBM, and so on, bring a very radical change in communicating. Moreover, social media can be viewed through a mobile phone or cellular phone that everyone can access it any time. Through social media we can also interact socially in various forms of exchange, collaboration and getting know each other by using image or photo and audio visual. A. PENDAHULUAN Kurangnya pengetahuan dan keterampilan dalam memilah-milah dan memastikan keabsahan berita, menyebabkan masyarakat pengguna media sosial rentan terhadap isu provokatif, berita palsu, atau informasi yang tidak akurat. Sehingga tidak sedikit yang kemudian langsung mempercayai, menanggapi, dan membagikan informasi yang tidak akurat tersebut kepada orang lain. Selain permasalahan seputar rumah ibadat, penyiaran agama, penodaan agama, secara nyata, sadar atau tidak masyarakat disuguhi berbagai paham keagamaan yang keluar dari arus pemahaman "mainstream" yang akan berpengaruh terhadap wajah kerukunan umat beragama di Indonesia. Pada titik tertentu kondisi ini tidak menimbulkan masalah, tetapi manakala ekspresi keagamaanya berbenturan dengan sistem
fatcat:2wvhujy2z5f6bpps7qfzd3cnya