Tersedia secara online EISSN: 2502-471X PEMEROLEHAN FONEM BAHASA INDONESIA ANAK USIA 4 TAHUN 6 BULAN-6 TAHUN

Jurnal Pendidikan, Devega Lidya, Abdus Slamet, Roekhan Ghazali
unpublished
This study aims to describe and explain the 4 years 6 months-6 years children's acquisition of Indonesian phonem,that are phonem characteristic and distribution of phonems. This study used qualitative research method to approach language acquisition and used cross sectional models. The result of this study are (1) children pronounce vowel [ Abstrak: Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pemerolehan fonem bahasa Indonesia anak usia 4 tahun 6 bulan-6 tahun, yaitu karakteristik fonem dan
more » ... ik fonem dan distribusi fonem pada anak. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus model cross sectional. Hasil penelitian menunjukkan (1) anak menguasai vokoid [a, i, I, ǝ, e, ɛ, o, O, u, U] dan kontoid hambat [p,b,t,d,k,g,ʔ], nasal [m,n,η,ň] , frikatif [s, h], afrikatif [c,j], lateral [l], tril [r], dan semivokoid [w,y] (2) anak belum menguasai kontoid frikatif [f], [v], [z], [š], dan [x], dan (3) anak telah menguasai distribusi fonem bahasa Indonesia seperti pada tuturan standar bahasa Indonesia. Kata kunci: pemerolehan fonem anak, karakteristik fonem anak, distribusi fonem Pemerolehan bahasa pada anak berlangsung secara terus-menerus dan bertahap menuju bahasa yang sempurna (bahasa orang dewasa). Begitu pula dalam pemerolehan fonologis suatu bahasa. Chomsky (1980:38) menjelaskan bahwa pemerolehan bahasa merupakan proses dari initial zero state (S0) menuju steady state (Ss). Initial zero state merupakan keadaan awal ketika seseorang tidak tahu bahasa, sedangkan steady state merupakan bahasa orang dewasa. Pada proses pemerolehan bahasa, khususnya pemerolehan fonologis ada beberapa faktor yang memengaruhi keberhasilan mencapai bahasa orang dewasa. Herschenshon (2007:101) menjelaskan bahwa proses pemerolehan bahasa dipengaruhi oleh faktor eksternal dan internal, seperti lingkungan dan keadaan biologis. Faktor lingkungan berpengaruh pada pemerolehan bahasa seseorang karena lingkungan kebahasaan memiliki peranan untuk memberikan input bahasa pada anak. Brandone, Salkind, dan Golinkoff (2006:502) menjelaskan bahwa faktor terpenting dalam pemerolehan bahasa adalah adanya input bahasa. Oleh karena itu, lingkungan masyarakat khususnya lingkungan keluarga memiliki peranan sebagai pajanan bahasa yang memungkinkan anak untuk memperoleh bahasa. Ketika seorang anak tumbuh dalam masyarakat monolingual maka anak akan mempelajari satu bahasa. Akan tetapi, ketika anak tumbuh dalam lingkungan masyarakat bilingual maka anak akan mempelajari dua bahasa, baik secara serentak maupun suksesif. Weinreich (1976:9-10) menjelaskan bahwa berdasarkan kemampuan individu mengorganisasi dan menyimpan kode bahasa, tipe bilingual dapat dibagi menjadi (a) coordinate bilingual, (b) compound bilingual, dan (c) subordinative bilingual. Kontak antarsistem bahasa berjalan dari majemuk menuju koordinat sejalan dengan perkembangan keterampilan berbahasa seseorang. Pada tahap awal anak mempelajari bahasa kedua, anak tergolong sebagai bilingual majemuk. Bilingual majemuk terjadi ketika seseorang mempunyai dua sistem bahasa, tetapi keduanya berhubungan dan menunjukkan satu kesatuan makna sehingga sering terjadi pertukaran kode dari kedua bahasa. Pertukaran kode pada bilingual majemuk dapat terjadi baik pada fonologi, morfologi, maupun sintaksis. Sebagai contoh, ketika anak mengucapkan kata bahasa Indonesia, anak mencampurkan sistem fonologi bahasa Indonesia dan bahasa Jawa, misalnya kata [dOktǝr] diucapkan [ḍOktǝr]. Di sisi lain, faktor biologis memiliki pengaruh terhadap pemerolehan fonologis. Perkembangan biologis berpengaruh pada perkembangan pemerolehan bunyi karena untuk memproduksi bunyi dibutuhkan alat-alat ucap yang dapat berfungsi dengan baik. Jika ada alat ucap tertentu yang tidak berkembang dengan optimal maka produksi bunyi tertentu pun akan terhambat. Seiring dengan pertumbuhan biologis anak dan semakin optimalnya fungsi alat ucap, pemerolehan bahasa pada anak akan terus berkembang.
fatcat:gmfqscmsrnd5tkbwqtalld6qeu