HUBUNGAN MINAT BELAJAR SEJARAH DAN PERSEPSI DENGAN PEMAHAMAN MATERI SEJARAH SISWA KELAS XI IPS SMA NEGERI SE-KOTA BANJARBARU

Rahmad Dosen, Iain Antasari
unpublished
This research aims to know 1) is there any corelation between interest of learning history and understanding of Banjarese kingdom history material. 2) is there any corelation between perception toward understanding of Banjarese kingdom history material. 3) is there any correlation between interest in learning history and perception toward understanding of Banjarese kingdom history material of the eleventh grade social studies students in Banjarbaru. The sampling of this research uses
more » ... rch uses proportional probability sampling are 195 students. Datum collected by using the questionnaire for the interest of learning history and perception variable, and use the test for comprehention variable. Based on this research, we can conclude: There is the positive and significant correlation between the interest of learning history (X 1) and perception (X 2) toward the eleventh grade social studies students' understanding of Banjarese kingdom history material (Y) PENDAHULUAN Perkembangan dan kemajuan ilmu pengetahuan, sejarah sebagai sebuah disiplin ilmu menunjukkan fungsinya yang sejajar dengan disiplin-disiplin lain bagi kehidupan umat manusia kini dan masa mendatang. Sejarah lokal nantinya akan membentuk serangkaian sejarah nasional, karena pada dasarnya sejarah nasional sekumpulan sejarah lokal dalam bingkai keruangan yang lebih luas lagi, dengan demikian memahami sejarah lokal sebagai upaya menumbuhkan sikap nasionalisme sama pentingnya dengan memahami sejarah nasional. Belajar sejarah penting untuk ilmu-ilmu yang jauh seperti kehutanan, arsitektur, kedokteran dan perencanaan perkotaan. Sejarah dapat mengantarkan orang secara baik, karena sejarah memberikan bantuan untuk berbagai macam disiplin (Kuntowijoyo, 1995 : 34) Dengan pemahaman materi kerajaan Banjar yang baik, akan memunculkan rasa kebangsaan yang lebih baik sejarah lokal sebagai sejarah memunculkan realitas lokal dan melingkup batasan geografis. Hal ini sangat berbeda dengan ketika kita menulis sejarah nasional. Dalam cakupannya yang luas, sejarah nasional memunculkan adanya prinsip integrasi,
fatcat:u3gyek6m2rhdrfsayqw7gewipy