Edisi Yudisium Periode Pebruari

Marita Nurmiyani, Sri Achir
2014 unpublished
Abstrak Boneka merupakan produk yang masih digemari oleh sebagian besar masyarakat. Boneka mengalami perkembangan dari tahun ke tahun baik dari tekstur, warna, jenis, dan bahannya. Produk boneka menggunakan bahan limbah knit merupakan sebuah inovasi dalam rangka mendapatkan respon dari konsumen. Tujuan penelitian yaitu untuk mendapatkan respon konsumen terhadap produk boneka limbah knit yang mencakup desain, warna, bahan, kekuatan dan kerapian jahitan, untuk mengetahui produk boneka mana yang
more » ... boneka mana yang dapat dijadikan sebagai alternatif usaha di home industry, dan menganalisis produk bila ditinjau dari teori SWOT. Jenis penelitian ini adalah penelitian survei. Penelitian ini bertujuan untuk mengumpulkan informasi tentang variabel, bukan informasi tentang individu-individu. Metode pengumpulan data menggunakan angket dan dilakukan pada 50 responden yang berada di Royal Plaza Surabaya. Teknik analisis data yang digunakan adalah persentase. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa respon konsumen terhadap desain produk boneka yang paling disukai berturut-turut adalah desain boneka kartun (42%), manusia (28%), fauna (20%) dan flora (10%). Selanjutnya terkait berbagai macam jenis desain boneka yang dibuat maka yang paling disukai berturut-turut adalah boneka jeruk (42%). beruang (40%), dan hello kitty (28%). Selanjutnya desain boneka manusia yang dipilih adalah yang berambut keriting (36%). Warna yang paling disukai adalah warna primer baik untuk jenis boneka flora (74%), kartun (66%), dan fauna (62%). Warna primer untuk jenis boneka manusia adalah warna untuk baju (50%) dan rambut (40%). Kombinasi warna rambut yang dipilih adalah kombinasi warnah soft (38%). Terkait dengan bahan, responden menyatakan bahan boneka mempunyai tekstur yang halus (84%) dan bahan pengisinya (dakron) lembut (68%). Semua jenis boneka yang dibuat dari limbah knit mempunyai jahitan yang kuat dan rapi. Produk boneka yang dapat dijadikan sebagai alternatif usaha di home industry adalah produk boneka yang mendapatkan persentase tertinggi. Adapun jenis produk bonekanya adalah jeruk (42%), beruang (40%), manusia rambut keriting (36%) dan hello kitty (28%). Terkait dengan analisis SWOT produk boneka limbah knit terjabar sebagai berikut terdapatnya sumber daya manusia yang berpotensi untuk membuat boneka sebagai kekuatan (strenght). Kelemahannya (weakness) adalah keterbatasan modal, usaha untuk memiliki merek (brand), dan belum adanya pengecer boneka. Peluangnya (opportunity) adalah ketersediaan bahan limbah knit dan kegemaran masyarakat terhadap boneka. Ancamannya (threath) adalah persaingan untuk membuat produk boneka yang berkualitas. Simpulan penelitian bahwa mayoritas memberikan respon yang positif terhadap produk boneka limbah knit sehingga produk boneka limbah knit dapat dijadikan sebagai alternatif di home industry. Abstract Doll is a product which still loved by almost people. Doll sustaining evolution year by year in it texture, color, variety, and material. Doll product using knit waste is an innovation in order to get response of consumer. The research purposes were to get consumer response on product of knit waste doll including design, color, material, strength, and sewing neatness, to know which doll product might be used as alternative business at home industry, and analyze product viewed from SWOT theory. Type of this research was survey research. This research aims to collects information about variable, not the information about individuals. Data collecting method used was questionnaire and conducted on 50 respondents at Royal Plaza Surabaya. Data analysis technique used was percentage.
fatcat:ncnlpskhf5gofkkob2dofogpfu