CITRA PEREMPUAN DALAM NOVEL KEKUATAN CINTA KARYA SASTRI BAKRY

Ria Defrita Arzona, Erizal Gani, Ermawati Arief
unpublished
The purpose of this research is to describe the reflection of the woman characteristic in the novel Kekuatan Cinta by Sastri Bakri. Some theory that use in this research are: (1) the meaning of novel, (2) parts of novel, (3) the approach when understand literature, (4) the meaning of woman's reflection, (5) the woman's reflection as herself, (6) the reflectionof woman as a civil. This research is kind of qualitative research by using the core analysis approach. The aim of analyzing woman
more » ... lyzing woman characteristic in the novel is to know the reflectionby main character. The result of this research shows that the reflection of the woman, Sas, as a strong woman through life. Kata kunci: citra perempuan, novel, kekuatan cinta A. Pendahuluan Dalam kehidupan, ternyata wanita tidak hanya berperan sebagai ibu. Ia juga mempunyai peranan sebagai istri, pendamping setia laki-laki sebagai teman hidupnya; dan ia juga berperan sebagai teman dan kekasih bagi orang yang dicintainya. Berbagai peran tersebut harus dilakoni perempuan secara seimbang dan penuh tanggung jawab. Namun pada kenyataannya, perempuan hidup di tengah permasalahan yang cukup pelik karena tidak mampu melaksanakan peran tersebut secara seimbang dan penuh tanggung jawab. Salah satu topik pembicaraan yang menarik dalam kehidupan maupun dalam karya sastra adalah masalah perempuan, sebab permasalahan perempuan tidak pernah habis dibicarakan. Nafsin dan Mifta (2005: 14) menyatakan bahwa kini perempuan hidup di tengah-tengah permasalahan yang cukup pelik. Persoalan yang pelik tersebut sering membuat perempuan kehilangan keseimbangan dan mengalami keresahan dalam dirinya hingga berpengaruh pada citra keperempuanannya. Keresahan yang dialaminya akan menimbulkan efek negatif dalam kehidupan keluarga, masyarakat sekitar, dan pada diri perempuan itu sendiri. Selama ini sebagian orang memandang perempuan sebagai makhluk yang emosional, lemah, dan rentan. Pandangan ini tidak sepenuhnya tepat. Perempuan bukanlah makhluk yang diciptakan Allah dengan sifat-sifat seperti itu. Perempuan dapat menjadi muslimah yang kuat imannya, patuh kepada Allah, konsisten pada kebenaran, mencapai derajat sabar, dan memiliki spiritualitas yang melangit. Perempuan bisa menjadi tangguh dengan cahaya sendiri dan 1 Mahasiswa penulis skripsi Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, wisuda periode Maret 2013 2 Pembimbing I, Dosen FBS Universitas Negeri Padang 3 Pembimbing II, Dosen FBS Universitas Negeri Padang
fatcat:sjtot5j72ng2he4jmkcnxwlos4