Kualitas Spermatozoa Post Thawing dari Semen Beku Sapi Perah

Engki Zelpina, Bayu Rosadi, Dan Sumarsono
2012 Jurnal Ilmu-Ilmu Peternakan   unpublished
Intisari Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh berbagai suhu thawing terhadap kualitas spermatozoa dari semen beku sapi perah Fries Holland (FH). Rancangan percobaan yang digunakan yaitu Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 5 kali ulangan. Perlakuan yang dilakukan meliputi: semen beku yang dithawing selama 30 detik pada air dengan suhu 33 0 C (P1), suhu 35 0 C (P2), suhu 37 0 C (P3), suhu 39 0 C (P4), suhu 41 0 C (P5). Peubah yang di amati meliputi persentase
more » ... persentase motilitas spermatozoa,viabilitas dan recovery rate. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan sidik ragam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suhu thawing yang berbeda mempengaruhi motilitas, viabilitas, recovery rate spermatozoa yang dibekukan (P<0,05). Motilitas, recovery rate P4 lebih tinggi dibandingkan P2, P1 dan P5 (P<0,05), tetapi tidak berbeda dengan P3 (P>0,05). Viabilitas P4 lebih tinggi dibandingkan P1 dan P5 (P>0,05) tetapi tidak berbeda dengan P2 dan P3 (P>0,05). Dapat disimpulkan bahwa suhu thawing mempengaruhi motilitas, viabilitas, recovery rate spermatozoa yang dibekukan. Kualitas yang terbaik pada semen beku sapi perah Fries Holland (FH) dengan menggunakan suhu thawing 39 0 C dan 37 0 C selama 30 detik. Kata kunci : spermatozoa, semen beku, sapi perah, thawing Abstract The purpose of this study was to determine the effect of various thawing temperatures to the sperm quality of FH dairy cow frozen semen. The experimental design used was completely randomized design (CRD) with 5 treatments and 5 replications. The thawing treatments were 30 seconds at 33 0 C (P1), 35 0 C (P2), 37 0 C (P3), 39 0 C (P4), 41 0 C (P5). Observed variables were sperm motility, viability and recovery rate. Data were analyzed using analysis of variance. The results showed that different thawing temperatures affect the motility , viability, recovery rate of frozen spermatozoa (P<0.05). Motility and recovery rate of P4 was higher (P< 0.05) than P2 , P1 and P5 , but did not differ (P>0.05) with P3. Viability of P4 was higher (P>0.05) than P1 and P5 but did not differ (P>0.05) with P2 and P3. In conclusion , thawing at 39 0 c and 37 0 C for 30 seconds had best semen quality of FH frozen semen. Pendahuluan Inseminasi Buatan (IB) merupakan proses perkawinan yang dilakukan dengan campur tangan manusia, yaitu mendeposisikan semen ke dalam saluran reproduksi betina agar terjadi proses fertilisasi. Aplikasi IB secara meluas telah dimulai di Indonesia sejak tahun 1970-an terutama pada sapi perah. Prosedur pelaksanaan IB mulai dari pengamatan berahi, handling semen beku, thawing semen beku sampai dengan pelaksanaan inseminasi sangat mempengaruhi keberhasilan perkawinan. Metode thawing semen beku menjadi salah satu faktor yang sangat menentukan
fatcat:xuzozrmdyzhcdgdp2za6igl6ca