SISTEM RELIGI MASYARAKAT JAWA DALAM NOVEL MANTRA PEJINAK ULAR KARYA KUNTUWIJOYO (KAJIAN ANTROPOLOGI SASTRA)

Jafar Lantowa, Zilfa A. Bagtayan
2018 Jurnal ikadbudi. Jurnal ilmiah bahasa, sastra dan budaya daerah  
ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan sistem religi masyarakat Jawa melalui novel Mantra Pejinak Ular karya Kuntowijoyo. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan antropologi sastra. Dalam menganalisis unsur budaya khususnya sistem religi masyarakat Jawa dalam novel, maka peneliti menggunakan metode deskriptif interpretatif yakni memanfaatkan cara-cara penafsiran dengan menyajikannya dalam bentuk deskripsi. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik baca dan catat, kemudian
more » ... lisis dengan menggunakan pendekatan antropologi sastra dengan model analisis konten. Analisis konten dilakukan melalui tahap inferensi, analisis, validitas dan reliabilitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem religi masyarakat Jawa terdiri atas Islam kejawen dan Islam santri. Islam kejawen tampak pada kepercayaan terhadap makam leluhur sebagai sumber keberkahan, upacara selamatan, sesajen, makhluk halus, kesakten, pohon keramat, yang dianggap mendatangkan keselamatan, kebahagiaan, namun juga bisa menimbulkan gangguan pikiran. Islam santri tergambar melalui tokoh Haji Syamsudin yang menjalankan syariat ajaran Islam dan membersihkan akidahnya dari perilaku syirik serta menasehati Abu Kasan Sapari untuk memutuskan diri dari mata rantai kesyirikan. ABSTRACTThis study aims at describing the religious belief system of Javanese community through Mantra Pejinak Ular novel written by Kuntowijoyo. In analyzing the cultural elements particularly the religious belief system of the Javanese community, the researchers utilized interpretative description by describing and presenting the analysis of the data. Data collection was obtained through reading and note taking, and then the data wasanalyzed by using the literary anthropology approach through content analysis. The results revealed that religious belief system of the Javanese community comprises of kejawen Islam and santri Islam. Kejawen Islam is evident from the way the community believes in the ancestral graves as the source of blessing, protection rituals, offerings, the spirits, kesakten, sacred trees, which are considered to bring protection and well- being, happiness and yet also create mental disorder to individuals. Santri Islam, on the other hand, is depicted in the figure of Haji Syamsudin who followed the Islamic teaching and law and cleaned his belief and shirk behavior as well as advised Abu Kasan Sapari to stay away from any shirk-doings.Keywords: religious belief system, Javanese community, literary anthropology, novel
doi:10.21831/ikadbudi.v6i1.18198 fatcat:6hmx6mb7ivczxke4sfiyk26m3q