Regenerasi Kalus Berfilamen Rumput Laut Kappaphycus alvarezii Pada berbagai Perbandingan Zat Pengatur Tumbuh Auksin (Indole Acetic Acid) dan Sitokinin (Kinetin, Zeatin)

Sri Redjeki Hesti Mulyaningrum, Andi Parenrengi, Yenny Risjani, Happy Nursyam
2012 Journal of Experimental Life Science  
Abstrak Interaksi auksin-sitokinin dianggap penting untuk mengatur pertumbuhan dan perkembangan dalam jaringan tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan komposisi auksin dan sitokinin yang tepat untuk regenerasi filamen kalus rumput laut K. alvarezii. Kultur filamen kalus dilakukan pada media cair dengan formulasi ZPT indole acetic acid (IAA) : kinetin : zeatin, dengan komposisi konsentrasi sebagai berikut : A (0,4:0:1) ppm; B (0,4:0,25:0,75) ppm; C (0,4:0,5:0,5) ppm; D (0,4:0,75:0,25)
more » ... ; D (0,4:0,75:0,25) ppm; E (0,4:1:0) ppm; kontrol (tanpa ZPT). Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap dengan pengulangan masing-masing perlakuan 3 kali. Parameter yang diamati adalah laju pertumbuhan harian, sintasan, kecepatan regenerasi, panjang tunas dan perkembangan morfologi. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa formula ZPT terbaik adalah formula A dengan laju pertumbuhan harian 1,929%/hari, sintasan 83,33%, kecepatan regenerasi 41,67% dan rata-rata panjang tunas 44,59 µm. Tunas mulai terbentuk pada 15 hari masa kultur. Kata kunci: formula zat pengatur tumbuh, auksin-sitokinin, K. alvarezii, mikropropagasi Abstract Interaction of auxin-cytokinin was important for regulation of growth and development in tissue culture. This research aimed to determine the suitable formula of plant growth regulators on callus filament regeneration of seaweed K. alvarezii. The callus filament was cultured on liquid media with PGR formulation of indole acetic acid (IAA): kinetin: zeatin, with formulation: A (0,4:0:1) ppm; B (0,4:0,25:0,75) ppm; C (0,4:0,5:0,5) ppm D (0,4:0,75:0,25) ppm; E (0,4:1:0) ppm; control (without PGR). Research was designed with completely randomized design with 3 replications of each treatment. Observed parameters were daily growth rate, survival rate, regeneration rate, length of shoots regenerated and morphology. The results showed that the best PGR formula was formula A with daily growth rate of 1.929%/day, survival rate of 83.33%, 41.67% of regeneration rate and average length of shoots of 44.59 μm. The shoots began to regenerate in 15 days culture.
doi:10.21776/ub.jels.2012.002.01.05 fatcat:f5sbj66vdngnnheipyxagpsidm