PERSEPSI PEMUSTAKA TERHADAP DESAIN INTERIOR DI PERPUSTAKAAN FAKULTAS MIPA UGM

Wiyarsih Wiyarsih
2017 UNILIB : Jurnal Perpustakaan  
Pendahuluan Latar Belakang Perpustakaan adalah sebuah ruangan, bagian sebuah gedung ataupun gedung itu sendiri yang digunakan untuk menyimpan buku dan terbitan lainnya menurut tata susunan tertentu untuk digunakan pembaca, bukan untuk dijual (Sulistya-Basuki, 1993). Pendapat Sulistya-Basuki tersebut sampai saat ini masih relevan untuk diterapkan. Gedung atau ruang perpustakaan merupakan salah satu unsur penting dari suatu perpustakaan selain koleksi, SDM (sumber daya manusia), dan sarana
more » ... , dan sarana prasarana. Walaupun saat ini sudah memasuki era digital, pemustaka masih tetap membutuhkan ruang di perpustakaan, bahkan kebutuhan ruang ini semakin meningkat seiring dengan semakin kompleksnya kebutuhan pemustaka. Di era teknologi informasi ini pemustaka berkunjung ke perpustakaan tidak hanya untuk meminjam buku, tetapi juga melakukan berbagai aktivitas untuk menunjang pembelajaran. Pemustaka biasanya menggunakan ruang perpustakaan untuk belajar, membaca, akses internet, juga untuk berkolaborasi dengan teman seperti untuk berdiskusi, belajar kelompok, dan sebagainya. Untuk itulah perpustakaan harus menyediakan ruang beserta fasilitasnya. Gedung perpustakaan sebagai suatu sistem terdiri dari beberapa ruang sebagai sub sistem yang harus tertata dengan baik sehingga dapat berfungsi sebagaimana mestinya. Masing-masing ruang mempunyai fungsi yang berbeda sesuai dengan kegiatan perpustakaan. Misalnya ruang koleksi, ruang referensi, ruang sirkulasi, ruang baca, ruang belajar, ruang diskusi, ruang pelatihan dan sebagainya. Selain tertata dengan baik, ruang tersebut harus nyaman dan aman agar pemustaka senang dan betah di perpustakaan. Perpustakaan Fakultas MIPA UGM sebagai perpustakaan perguruan tinggi juga dituntut untuk menyediakan berbagai ruang sesuai kebutuhan pemustaka. Namun sampai saat ini Perpustakaan FMIPA UGM baru menyediakan beberapa ruang yang pokok yaitu ruang sirkulasi, ruang referensi, ruang pengolahan, dan ruang belajar bersama. Untuk ruang yang lainnya seperti ruang belajar PERSEPSI PEMUSTAKA TERHADAP DESAIN INTERIOR DI PERPUSTAKAAN FAKULTAS MIPA UGM Wiyarsih Pustakawan Universitas Gadjah Mada wiyarsih@ugm.ac.id Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif yang bertujuan untuk mengetahui persepsi pemustaka terhadap desain interior di Perpustakaan FMIPA UGM. Subjek penelitiannya adalah pemustaka dan obyeknya adalah desain interior di Perpustakaan FMIPA UGM. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dengan observasi, dokumentasi, dan kuesioner. Analisis data yang digunakan adalah analisis kuantitatif. Berdasarkan hasil penelitian terhadap 10 (sepuluh) elemen desain interior ruang perpustakaan diketahui bahwa persepsi pemustaka terhadap 8 (delapan) elemen desain interior yaitu tata letak, variasi, hirarki, pencahayaan, tata suara, suhu udara, perawatan dan kualitas udara ruang perpustakaan, tergolong baik. Sedangkan persepsi pemustaka terhadap 2 (dua) elemen yang lain yaitu ruang personal dan gaya dan fashion tergolong cukup baik. Elemen gaya dan fashion mendapat nilai grand mean terendah yaitu 2,934. Sedangkan grand mean tertinggi pada elemen pencahayaan ruang perpustakaan yaitu 3,870.
doi:10.20885/unilib.vol8.iss1.art6 fatcat:bqtgwjhzdfdhzmxsk5zmkogezy