ANALISIS WACANA LINGKUNGAN DALAM DEBAT POLITIK KANDIDAT PILGUB KALIMANTAN TIMUR TAHUN 2018

Resya Famelasari, Ibnu Asqori Pohan
2019 Jurnal Community  
Pemilihan Gubernur Kalimantan Timur 2018 memperoleh berbagai pernyataan dari masyarakat untuk menyelesaikan masalah lingkungan. Isu Lingkungan mempengaruhi debat politik dalam periode kampanye Calon empat. Penelitian ini menekankan pada analisis isu lingkungan dominan yang diwacanakan oleh kandidat pemilu dan pemetaan kandidat potensial yang paling peduli dalam perlindungan dan perbaikan lingkungan. Data penelitian ini adalah teks berita tentang wacana lingkungan yang telah disaring dan diambil
more » ... isaring dan diambil oleh media elektronik dibagi menjadi debat politik I dan II selama 15 Februari hingga 15 Mei 2018. Metodologi penelitian menggunakan Analisis Wacana Kritis Teun A Van Dijk: Sosio- Perspektif CognitifPenelitian menemukan bahwa wacana lingkungan yang muncul dalam dominasi oleh kandidat no.2 Syaharie Jaang-Awang F. Hidayat dan Calon no.4 Rusmadi Wongso-Safaruddin. Calon no.2 mewacanakan program lingkungan melalui mengubah fungsi lubang penambangan menjadi sumber air dan sumber perikanan, menanam 200 ribu hingga 1 juta pohon di Kalimantan Timur, dan merevitalisasi Sungai dan Danau Mahakam. Calon no.4 progam adalah pengaturan ulang izin penambangan, lubang-lubang penambangan reklamasi dan Hutan Masyarakat. Wacana kebijakan lingkungan dipengaruhi oleh perspektif antroposentrisme yang dianggap kepentingan manusia daripada perlindungan alam. 4 progam adalah pengaturan ulang izin penambangan, lubang-lubang penambangan reklamasi dan Hutan Kemasyarakatan. Wacana kebijakan lingkungan dipengaruhi oleh perspektif antroposentrisme yang dianggap kepentingan manusia daripada perlindungan alam. 4 progam adalah pengaturan ulang izin penambangan, lubang-lubang penambangan reklamasi dan Hutan Kemasyarakatan. Wacana kebijakan lingkungan dipengaruhi oleh perspektif antroposentrisme yang dianggap kepentingan manusia daripada perlindungan alam.Kata kunci: Debat Politik, Pemilihan Gubernur Kalimantan Timur, Analisis Wacana Kritis, Isu Lingkungan
doi:10.35308/jcpds.v4i2.987 fatcat:qwpeakslyjdevbuo5x4qoi2plu