SAHALA KEPEMIMPINAN PEREMPUAN DALAM KONTEKS MASYARAKAT BATAK DAN ALKITAB

Riris Johanna Siagian, STT-HKBP Pematang Siantar
2019 Visio Dei: Jurnal Teologi Kristen  
This study is an effort to explore more concrete and holistic understanding related to existence and woman role in Batak society. In reality, Batak have several terms which refer to the strong existence of woman in Batak society. However, since the lineage is drawn from the male line as the case in patriarchal culture, the strategic roles of women themselves often become neglected. This study conducted a constructive critical study to position women's leadership in the context of Batak
more » ... t of Batak community. It began by describing the real conditions of women in the context of Batak community. Furthermore, constructive critical study was carried out by looking at religious literature as well as myth. The use of myths as study material is usually done in the study of the Sciences of Religions, because people believe that myths contain teachings about the moral of a society, which are accepted and lived as a teaching in daily life. Through that, things can also be found to be learning for the future. The study of the Sciences of Religions also uses the the Sociology of Religion to discuss humanity and religion itself. Theological reflection on certain texts in the Bible is carried out with a new perspective.This way is done to rise up the strength of woman. Of course, this study have already finished by a deep and long study, so what is presented here is the result of the researcher recommends only. Abstrak: Tulisan ini bertujuan menggali pemahaman yang lebih konkrit dan holistik tentang eksistensi dan peran perempuan dalam masyarakat Batak. Dalam kenyataannya, Batak memiliki beberapa istilah yang menunjuk pada eksistensi yang kuat dari kaum perempuan dalam masyarakat Batak. Namun demikian, mengingat garis keturunan ditarik dari garis keturunan laki-laki sebagaimana lajimnya dalam budaya patriarki, maka peran-peran strategis kaum perempuan itu sendiri sering menjadi terabaikan. Dimulai dengan pemaparan kondisi riil perempuan dalam konteks masyarakat Batak. Selanjutnya telaah kritis konstruktif dilakukan dengan mencermati sastra-sastra keagamaan seperti halnya sebuah mitos. Penggunaan mitos sebagai bahan studi biasa dilakukan dalam studi Ilmu Agama-agama, karena banyak orang meyakini bahwa mitos memuat ajaran tentang moral suatu masyarakat, yang diterima dan dihidupi sebagai pengajaran dalam hidup sehari-hari. Melalui itu, dapat pula ditemukan hal-hal yang menjadi pembelajaran untuk masa yang akan datang. Kajian Ilmu Agama-agama juga menggunakan pendekatan Sosiologi Agama untuk membahas tentang manusia dan agama itu sendiri. Refleksi teologis terhadap nats-nats tertentu dalam Alkitab dilakukan dengan perspektif baru, sehingga melalui tulisan ini ditemukan kekuatan lahiriah yang ditampilkan kaum perempuan dari kedalaman jiwanya, sahala-nya. Tentu saja kajian ini telah melewati satu studi yang mendalam, sehingga apa yang dipaparkan di sini bukanlah hasil pemikiran subjektif penulis semata. Kata Kunci: Batak, mitos, sahala, agama, budaya dan masyarakat.
doi:10.35909/visiodei.v1i1.13 fatcat:eebehuzkxfav3ixllwdndrogxi