SIFAT FISIK-KIMIA DAN ORGANOLEPTIK BAWANG GORENG PALU PADA BERBAGAI FREKUENSI PEMAKAIAN MINYAK GORENG

Nur Alam, Rostiati Rostiati, Muhardi Muhardi
2015 Agritech  
The objectives of the study were to determine the physical-chemical and organoleptic properties of Palu fried onions at the varying utilization frequency of cooking oil, i.e. F0 : fresh oil , F1 : 1 time of using , F2 : 2 times of using , F3 : 3 times of using , F4 : 4 times of using , F5 : 5 times of using and F6 : 6 times of using , the each level was replicatedthree times. The frequency of cooking oil utilization was significantly affected to decreasing color, texture, moisture content, oil
more » ... sture content, oil content and panelist preference level on the crispness of Palu fried onions as well as increasing oxidation rate of unsaturated fatty acids at the cooking oil. Physical - chemical and organoleptic quality of Palu fried onions wereobtained of the best fresh frying utilization cooking oil, 1, 2, and 3 times of using cooking oil , respectively. The use of cooking oil more than 3 times oxidized free fatty acids, so it is less feasible to use based on the life time and health aspects of fried onions.Keywords: Fried onion, physical-chemical and organoleptic properties, frequency of utilization cooking oil. ABSTRAKTelah dilakukan penelitian untuk mengetahui sifat fisik-kimia dan organanoleptik bawang goreng Palu yang digoreng pada berbagai taraf frekuensi pemakaian minyak goreng yaitu F0: minyak segar, F1 : 1 kali pemakaian, F : 2 kali pemakaian, F 3 : 3 kali pemakaian, F4 : 4 kali pemakaian, F 5 : 5 kali pemakaian dan F : 6 kali pemakaian, setiap tarafdiulang tiga kali. Frekuensi pemakaian minyak goreng pengaruhnya sangat nyata menurunkan warna, tekstur, kadar air, minyak dan tingkat kesukaan panelis terhadap kerenyahan bawang goreng Palu serta meningkatkan laju oksidasi asam lemak tidak jenuh pada minyak goreng. Mutu fisik-kimia dan organoleptik bawang goreng Palu secara berturut-turut terbaik diperoleh dari penggorengan menggunakan minyak goreng segar, 1, 2 dan 3 kali pemakaian. Pemakaian minyak goreng > 3 kali, asam lemak bebas telah teroksidasi sehingga kurang layak untuk digunakan jika ditinjau dari aspek daya tahan simpan bawang goreng dan kesehatan.Kata kunci: Bawang goreng, sifat fisik-kimia dan organoleptik, frekuensi pemakaian minyak goreng
doi:10.22146/agritech.9433 fatcat:fqjvtyxf3rdbxiw76mlxfls2ua