Peran Intrapreneurship dalam Membangun Daya Saing Kultural di Perguruan Tinggi: Sebuah Kerangka Penelitian

Agustinus Dedy Handrimurtjahjo
2012 Binus Business Review  
This paper develops a conceptual framework for intended study which will examine the role of intrepreneurship in building cultural competitiveness in Higher Education (HE). Intrapreneurship (entrepreneurship within existing organizations) is used on organizational level. Previous study argued that four variables of Cultural Competitiveness (entrepreneurship, innovativeness, market orientation, and organizational learning) had a direct effect on organizational performance. Meanwhile, the other
more » ... nwhile, the other study argued that Intrapreneurship had a direct effect on organizational performance. The effect of the four market-based elements (intrapreneurship, market orientation, innovativeness and organizational learning) on performance will be examined by testing two alternative analytical models in different types of higher education institutions. The size and age of HE institutions are also considered as the interactive elements that might be different across different HE institutions. Testing two alternative models in developing countries will support whether the generalizability of the two alternative models and the constructs used in different country setting is acceptable. ABSTRAK Makalah ini mengembangkan sebuah kerangka kerja konseptual untuk studi terencana yang akan menguji peran interpreneurship dalam membangun daya saing budaya di Pendidikan Tinggi (PT ). Intrapreneurship (kewirausahaan dalam organisasi yang sudah ada) digunakan pada tingkat organisasi. Penelitian sebelumnya berpendapat bahwa empat variabel Daya Saing Budaya (kewirausahaan, inovasi, orientasi pasar, dan pembelajaran organisasional) memiliki efek langsung pada kinerja organisasi. Pengaruh empat elemen berbasis pasar (intrapreneurship, orientasi pasar, inovasi dan pembelajaran organisasi) terhadap kinerja akan dikaji dengan menguji dua model analisis alternatif di berbagai jenis institusi perguruan tinggi. Ukuran dan usia institusi PT juga dianggap sebagai elemen interaktif yang mungkin berbeda di berbagai instansi PT. Pengujian dua model alternatif di negara berkembang akan mendukung apakah generalisasi dari dua model alternatif dan konstruksi yang digunakan dalam pengaturan negara yang berbeda dapat berterima. Kata kunci: intrapreneurship, daya saing budaya, perguruan tinggi, orientasi pasar, inovasi, pembelajaran organisasi
doi:10.21512/bbr.v3i1.1314 fatcat:2duoog564fgulidpxbtsxdofkm