PENGARUH PROSES POWDER NITRIDING TERHADAP PERUBAHAN KEKERASAN DAN TEBAL LAPISAN DIFUSI PADA PAHAT BUBUT HIGH SPEED STEEL EFFECTS OF POWDER NITRIDING PROCESS TO HARDNESS AND DIFFUSION LAYER DEPTH OF HIGH SPEED STEEL

Sri Rahayu, Ngainun Setiawan, Shinta Virdhian, Endi Suhendi, Jurusan Fisika, Pendidikan Matematika, Dan Ilmu, Pengetahuan Alam
2017 unpublished
Abstrak Telah dilakukan penelitian mengenai proses powder nitriding dengan menambahkan unsur nitrogen kedalam permukaan baja dengan menggunakan media padat berupa serbuk nitrida. Proses powder nitriding ini menggunakan temperatur nitridasi 560 0 C dan 600 0 C dengan holding time 1 dan 3 jam. Media nitridasi yang digunakan adalah urea dan cangkang kerang. Dari hasil pengujian menunjukkan bahwa : kekerasan permukaan tertinggi diperoleh pada suhu 560 o C dengan holding time 1 jam yaitu sebesar
more » ... 94 HV atau meningkat sebesar 22% dari raw material (720 HV). Hasil pengamatan struktur mikro kedalaman lapisan difusi tertinggi yang diperoleh yaitu sebesar 21 μm untuk suhu 560 o C dengan holding time 3 jam. Pengujian EDS menunjukkan kandungan nitrogen hasil nitridasi pada suhu 560 o C dengan holding time 1 jam yaitu sebesar 3,08 % berat atau 11,08 % atom. Abstract Research on powder nitriding was done by adding nitrogen elements to the steel surface using a solid medium of nitride powder. The powder nitriding processed by carried out temperatures 560 0 C and 600 0 C with 1 hour and 3 hours holding time. Nitriding medium consisted of urea and shellfish. Result showed that the highest surface hardness that obtained at temperature 560 o C with 1 hour holding time was 876,94 HV or increased 22% from raw material (720 HV). Micro structure observation showed the depth of the highest diffusion layer was 21 μm for the temperature 560 o C with holding time 3 hours. EDS test result also showed that nitrogen content at 560 o C with 1 hour holding time is 3.08% wt or 11.08% at. PENDAHULUAN Pahat merupakan alat potong yang memegang peran penting dalam industri manufaktur terutama pada proses pembuatan suatu komponen perkakas/mesin. Adapun beberapa kriteria yang harus dimiliki pahat diantaranya: harus lebih keras dibanding benda kerja, tahan sifat mekanis, dan tahan aus. Material pahat terdiri dari beberapa jenis, diantaranya: baja karbon, HSS (High Speed Steel), paduan cor nonferro, karbida, keramik, CBN (Cubic Boron Nitrides), dan intan. Material pahat yang paling umum digunakan adalah tungsten carbida, namun bahan tungsten carbida sangat mahal harganya sehingga banyak penelitian yang mengembangkan jenis material pahat yang baru dan relatif murah, salah satunya adalah baja kecepatan tinggi (High Speed Steel). Pahat HSS memiliki keunggulan dibandingkan dengan bahan pahat yang lain yaitu sifat keuletannya yang relatif baik dan apabila telah aus pahat HSS masih dapat diasah sehingga mata potongnya menjadi tajam kembali.
fatcat:gzh3xvppcvcvnovw5xe5jwrpj4