Ibu Berpendidikan Rendah Cenderung Memiliki Anak Lebih Kurus Dibandingkan Ibu dengan Pendidikan Tinggi

Dudung Angkasa, Nadiyah Nadiyah
2019 Indonesian Journal of Human Nutrition  
16 Abstrak 17 Penguatan pendidikan merupakan salah satu upaya intervensi gizi sensitif yang dapat mengatasi 18 masalah gizi dan kesehatan (G&K) pada anak. Tingkat pendidikan ayah atau ibu yang lebih berperan 19 dalam G&K anak sekolah menjadi perhatian menarik di penelitian ini. Tujuan penelitian ini untuk 20 menguji hubungan antara tingkat pendidikan orang tua dengan status gizi anak sekolah di setting 21 pedesaan. Penelitian potong lintang dengan menggunakan sub sampel (n=212 dari total 330)
more » ... 2 dari total 330) Projek 22 GISEL. Kuesioner terstruktur digunakan untuk mengumpulkan data tingkat pendidikan orang tua, 23 umur, jumlah anak, dan pengetahuan gizi. Timbangan digital dan microtoise secara berurutan untuk 24 mengukur berat dan tinggi badan. Aplikasi WHO Antroplus digunakan untuk menghasilkan indeks 25 TB/U (Tinggi Badan menurut Umur) dan IMT/U (Indeks Massa Tubuh menurut Umur). Untuk 26 menjawab pertanyaan penelitian dan mendapatkan hasil terkontrol, dilakukan uji regresi linear 27 berganda. Hasil menunjukkan bahwa anak dari ibu berpendidikan <9 tahun cenderung secara 28 bermakna memiliki skor IMT/U 0,800 (95% CI = -1,451; -0,149) lebih rendah dibandingkan anak 29 dari ibu berpendidikan >9 tahun. Tingkat pendidikan ibu berhubungan dengan G&K anak sekolah. 30 31 Kata kunci: pendidikan, ibu, anak sekolah, status gizi, pedesaan 32 33 Abstract 34 Strengthening the educational level is one of the nutrition sensitive interventions that contribute to 35 prevent nutrition and health (NAH) problem among children.Whose education (between mother and 36 father) that affect the school children NAH status is paid high attention in current study. Current 37 study tries toexamine the association between maternal educational level and nutritional status of 38 school children in a rural setting, Tangerang. This cross-sectional study involved a sub-sample (n 39 =212, from a total of 330 samples) of GISEL (GIzi dan keSEhatan sekoLah) project. Structured 40 questionnaires were used to collect parental educational level, ages, number of children and 41 parental's nutritional knowledge. Digital weighing scale and standard microtoies were used to 42 measured children weight and height, respectively. WHO Antroplus apps was used to produce HAZ 43 (Height-for-age) and BAZ (body mass index -or-age) z score index. To answer research question and 44 produce adjusted association, multiple linear regression analyses were performed. Children with 45 mother educational level <9 years more likely to have 0.800 (95% CI = -1.451; -0.149) lower BAZ 46 z-score than children with mother educational level >9 years. Maternal educational level is 47 associated with school children nutritional status. An increase in women's education levels becomes 48 a sensitive intervention to prevent child nutrition problems in rural areas. 49
doi:10.21776/ub.ijhn.2019.006.01.6 fatcat:447q4nd35nh5pgbtuwunhfli2a