Kinerja Keuangan Sebelum dan Sesudah Amnesti Pajak: Suatu Analisis Komparatif di Industri Otomotif

Ninik Churniawati
2019 Jati Jurnal Akuntansi Terapan Indonesia  
ABSTRAK: Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui perbedaan kinerja keuangan sebelum dan sesudah adanya kebi-jakan Amnesti pajak. Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan sub sector otomotif dan komponennya. Data yang digunakan adalah data sekunder (laporan keuangan yang dipublikasikan) melalui website www.idx.co.id. Pengujian hipotesis dilakukan dengan uji paired sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Terdapat perbedaan tetapi tidak signifikan kinerja keuangan Current
more » ... uangan Current ratio (CR), Retturn On Equity (ROE), DER, EPS dan AT baik sebelum maupun sesudah kebijakan amnesti pajak. Dari tabel uji paired sample t-test dapat diketahui bahwa CR memiliki perbedaan sebelum dan sesudah amnesti pajak yang paling tinggi, karena nilai signifikasi yang paling kecil, yaitu sebesar 0,196, dan kinerja keuangan AT memiliki perbedaan yang paling rendah karena nilai signifikasi yang paling besar, yaitu sebesar 0,893. Kata Kunci: Amnesti pajak, Current ratio, Retturn On Equity, Dept to equity Ratio, Earning per share, Asset turn over ABSTRACK : The purpose of this research is to know the difference in financial performance before and after the Amnesti pajak policies. The population in this research is the company sub-sectors automotive and its components. The data used are secondary data (the published financial reports) through the website www.idx.co.id. Hypothesis testing is done by testing paired sample t-test. The se-results showed that there is a difference but not significant financial performance Current ratio (CR), Return On Equity (ROE), DER, EPS and AT both before and after the amnesti pajak policy. From table test paired sample t-tests can be noted that CR has difference before and after the amnesti pajak are the highest, because the value of the least significance, namely of 0.196, and financial performance AT least has the distinction because of the value greatest significance, namely of 0.893. PENDAHULUAN Dalam rangka peningkatan pertumbuhan ekonomi indonesia seharusnya diimbangi dengan naikknya penerimaan pajak dan menambah ketersediaan likuiditas dalam negeri. Di sisi lain, masih banyaknya kecurangan yang dilakukan warga negara indonesia tentang pajak, salah satunya dengan menyimpan harta mereka diluar negeri dan tidak melaporkan harta mereka dalam SPT tahunannya. Selain itu, keberhasilan pembanguna nasional keberhasilan pembangunan nasioanl sangat didukung oleh pembiayaan yang berasal dari masyarakat, yaitu penerimaan pembayaran pajak. Agar peran serta ini dapat terdistribusikan dengan merata tanpa ada pembeda, perlu diciptakan system perpajakanyang lebih berkeadilan dan berkepastian hukum.
doi:10.18196/jati.020112 fatcat:rr27jd2eqjft5cdmkozh4yuoky