NARASI KEBAHAN SEBAGAI RESOLUSI KONFLIK PADA MASYARAKAT NANGA PINOH, MELAWI

Yusriadi Yusriadi, Ismail Ruslan Ismail Ruslan, Hariansyah Hariansyah
2018 Jurnal SMART (Studi Masyarakat, Religi, dan Tradisi)  
Narrative is always present in people's lives and forms an image of many things about them. It can describe people's thoughts, hopes and attitudes, either directly or indirectly. The narrative presented through language, specifically, in certain terms in the language of a particular society, has more power to visualize the cultural richness of its users. Therefore, language is frequently seen as a window to see a thing within the user community. This paper intends to loot at the narratives
more » ... the narratives through the presence of certain terms related to conflict resolution in the Kebahan-Melawi tribe. The data was obtained through interviews and documentation in Nanga Pinoh and surrounding areas in October 2017. This study found that the Kebahan speakers have terms and narratives about living in harmony. The Kebahan concepts of Penyelopat, Ngawa', Kerampak criticism, and etc are among the examples of how they remind themselves of their role and position as balancing in a plural society. This continues to be strengthened through the establishment of the Kebahan identity and the cultivation of awareness that Kebahan can embrace people from different religions (Islam and Catholicism) because they can get into those tribes. Abstrak Narasi selalu ada menyertai kehidupan masyarakat dan membentuk gambaran mengenai banyak hal tentang mereka. Narasi dapat menggambarkan pikiran, harapan dan perilaku masyarakat secara langsung ataupun tidak langsung. Narasi yang ditampilkan melalui bahasa memiliki daya yang lebih kuat untuk memvisualisasi kekayaan budaya penggunanya. Kehadiran istilah tertentu dalam bahasa masyarakat tertentu menunjukkan kekayaan penggunanya. Oleh karena itu, bahasa sering dilihat sebagai jendela untuk melihat sesuatu yang terdapat dalam komunitas pengguna. Tulisan ini dimaksudkan untuk melihat bagaimana narasi melalui kehadiran istilah tertentu pada suku Kebahan-Melawi yang terkait resolusi konflik. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif. Data diperoleh melalui wawancara dan dokumentasi di Nanga Pinoh dan sekitarnya yang dilakukan pada Oktober 2017. Penelitian ini menemukan bahwa penutur Kebahan memiliki istilah dan narasi tentang hidup rukun. Konsep Kebahan Penyelopat, ngawa', kritik Kerampak Kebahan, dan lain-lain, merupakan contoh bagaimana mereka mengingatkan diri tentang peran dan kedudukan mereka sebagai penyeimbang dalam masyarakat majemuk. Posisi ini terus dikukuhkan melalui pengukuhan identitas Kebahan dan penanaman kesadaran bahwa Kebahan dapat merangkul orang yang berbeda agama (Islam dan Katolik) karena mereka dapat "masuk" ke dalam suku-suku tersebut.
doi:10.18784/smart.v4i1.583 fatcat:lw3n2wjb7bambegcikxsumytnu