Pengaruh Karakteristik Perusahaan Terhadap Keputusan Penerapan Assurance Laporan Keberlanjutan (Studi Empiris pada Perusahaan yang Menerbitkan Laporan Keberlanjutan dan Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2012 – 2014)

Arif Rakhman
2017 Accounthink: journal of accounting and finance  
This research aims to analyze the influence of firm characteristics to the decision of engagement sustainability reporting assurance (SRA) with using sample listing firms in Indonesia Stock Exchange between 2012 -2014. Independent variable are size, profitability, and leverage. Dependent variable is sustainability report assurance and control variable in this research is type of industry. Data in this research obtained from national center for sustainability report, Indonesia Stock Exchange's
more » ... Stock Exchange's website (IDX), and firm's website. Multivariate analysis is used to analyze factors influence the engagement decision of sustainability report assurance. Hypothesis testing uses logistic regression model with software IBM SPSS 22. The result shows that size, profitability, and leverage are not determinant factors sustainability report assurance. Whereas there is negative influence between controls variable type of industry to sustainability report assurance. The implication of this research are this research contributes to development of accounting literature specifically about sustainability report assurance in Indonesia. A. PENDAHULUAN Selama sepuluh tahun terakhir jumlah perusahaan yang menerbitkan laporan CSR meningkat (Cho, dkk., 2014). European Commission (2002, hal. 6) menggambarkan CSR sebagai konsep di mana perusahaan mengintegerasikan perhatian sosial dan lingkungan dalam operasi bisnis dan dalam interaksi mereka dengan stakeholder secara sukarela. Pada umumnya, CSR sering dilihat sebagai -aktivitas perusahaan‖. Misalnya, perusahaan memberikan donasi kepada masyarakat dan organisasi lingkungan, memprakarsai kerjasama dan proyek-proyek sponsor dalam mengembangkan negara, menghabiskan dana secara sukarela untuk karyawan, dan lain-lain. CSR juga dapat dilihat sebagai sumbangan sukarela perusahaan terhadap perkembangan berkelanjutan sosial, dan sebuah penerapan perusahaan yang berjalan di luar kepatuhan hukum (European Commission 2002). Di Indonesia, CSR merupakan salah satu kewajiban yang harus dilaksanakan oleh perusahaan sesuai isi pasal 74 Undang-Undang Perseroan Terbatas (UUPT) yang terbaru yakni Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007. Secara umum di Indonesia, perusahaan go public mengungkapkan informasi kegiatan sosial dan lingkungan dalam laporan tahunan dan Vol. 2 No. 01 2017
doi:10.35706/acc.v2i01.727 fatcat:f3tcniva2bajlplpecgc36k3ku