Makna Pluralitas Agama di Kalangan Mahasiswa STAIN Kudus dan Implementasinya Melalui Mata Kuliah Perbandingan Agama

Efa Ida Amaliyah
2017 Wawasan  
This article attempts to answer two questions concerning religious pluralism among students in STAIN Kudus. The first, "what is the meaning of religious pluralism from the student point of view?" The second, "how will the course of Comparative of Religion contributes to the religious pluralism among the students?" The result of this research shows that the students have their meanings and assumptions about religious pluralism depending on their knowledge and experiences. Detail of the findings
more » ... il of the findings are: first, religious pluralism means many different religions in Indonesia should be respected one another. Second, there is the attitude among students to respect and appreciate or to be tolerant to other religions. Third, there is the belief among students that all religions are good, but they still believe that the best and the true one is Islam. The majority of students define religious pluralism as respecting and appreciating other people's beliefs and doctrines. This understanding is needed to avoid horizontal conflict among the people in the grassroots. On the other side, the implementation of the concept of religious pluralism through Comparative of Religion course will give the insight to the students to balance between theory and practices. Abstrak Artikel ini mengungkap dua hal yang berkenaan tentang pluralitas agama atau pluralisme agama di kalangan mahasiswa STAIN Kudus, yaitu pertama, "bagaimana makna pluralitas agama di kalangan mahasiswa?" kedua, "bagaimana mata kuliah tersebut bisa memberikan kontribusi kepada mahasiswa tentang Pluralitas Agama?" Berdasarkan hasil penelitian di kalangan Mahasiswa STAIN Kudus, menyatakan bahwa mahasiswa memberi makna tentang pluralitas agama dengan beragam asumsi sesuai dengan pengalaman dan pengetahuan masing. Diantaranya adalah: pertama, dengan adanya pluralitas Agama keadaan yang menunjukkan adanya banyak macam Agama dan kita harus saling menghargai. Kedua, adanya sikap menghormati dan menghargai atau toleran pada Agama lain. Ketiga, suatu keyakinan yang menganggap semua Agama itu baik akan tetapi yang paling baik dan benar hanyalah Islam. Kebanyakan mahasiswa memaknai pluralitas agama yaitu menghargai dan menghormati keyakinan dan ajaran orang lain. Hal tersebut diperlukan untuk mengurangi konflik horizontal di kalangan masyarakat bawah (grass-root). Di sisi lain, implementasi konsep pluralitas agama melalui mata kuliah perbandingan agama, dapat memberikan pandangan pada mahasiswa untuk menyeimbangkan teori dan praktik di lapangan. A. PENDAHULUAN Agama seperti dua sisi mata uang. Di sisi pertama, agama diandalkan sebagai basis moral bagi umat manusia. Agama mendoktrin manusia untuk hidup rukun dengan memegang teguh pesan ketuhanan kepada segenap manusia. Agama juga secara tegas menerangkan bahwa segala perbuatan manusia mempunyai konsekuensi, yaitu ganjaran (reward) dan hukuman (punishment). Agama dalam dimensi ini dipenuhi pesan keselamatan (sala> m) dan cinta kasih (rahma> n-rahi> m) bagi sesama makhluk. Pada sisi lain, agama sering dijadikan alat untuk melegitimasi atau melegalkan setiap bentuk kekerasan. Hal ini disebabkan karena ditafsirkan dan diadaptasi secara salah oleh pemeluknya. Dimensi ini yang menunjukkan
doi:10.15575/jw.v2i1.587 fatcat:ka4hdbavtbevfpzxj5eqv2kt7y