Peranan Konsorsium Isolat Bakteri Resisten Logam Berat untuk Menurunkan Kandungan Zn, Fe, dan Mg pada Cumi, Udang, dan Ikan

Adolf J.N. Parhusip, Jessica Xaveria, Wahyu Irawati
2020 Jurnal Teknologi Lingkungan  
ABSTRACTIncreased contamination of heavy metals in aquatic products such as shrimp, squid, and fish can occur due to industrial waste. Heavy metals cannot be digested so they will accumulate in the body of animals and humans. Excess heavy metals in the body can cause death. Bioremediation using bacteria can reduce heavy metal contamination. Some microorganisms have the ability to resist heavy metals such as, Acinetobacter sp. IrC1 and Acinetobacer sp. IrC2 which were isolated from the activated
more » ... from the activated sludge of the Rungkut-Surabaya industry, Indonesia. This study aims to determine the role of the consortium Acinetobacter sp. IrC1 and Acinetobacer sp. IrC2 in reducing the concentration of Zn, Fe, and Mg in squid, shrimp, and fish. Research methods include: 1) making a bacterial growth curve, 2) analysis of heavy metals in shrimp, squid, and fish, 3) testing the ability of a bacterial consortium to reduce metal concentration in squid, shrimp, and fish, 4) analysis of decreasing heavy metal concentration by using a bacterial isolate consortium. The results show that the selected comparison between consortium of Acinetobacter sp. IrC1 dan Acinetobacter sp. IrC2 was 66.66%:33.33% which can reduced heavy metals of Zn, Fe, dan Mg in shrimps, squid, and fish with the range of 91.69% to 99.82%.Other heavy metal contained in the aquatic products of shrimp, squid, and fish were Cd, Co, Cr, Cu, and Hg.Keywords: Acinetobacter sp, bacteria, fish, shrimp, squidABSTRAKPeningkatan cemaran logam berat pada hasil perairan seperti udang, cumi, dan ikan dapat terjadi karena limbah industri. Logam berat tidak dapat dicerna sehingga akan terakumulasi di dalam tubuh hewan maupun manusia. Kelebihan logam berat di dalam tubuh dapat mengakibatkan kematian. Bioremediasi dengan menggunakan bakteri dapat mengurangi cemaran logam berat. Beberapa mikrorganisme mempunyai kemampuan resistensi terhadap logam berat seperti, Acinetobacter sp. IrC1 dan Acinetobacer sp. IrC2 yang diisolasi dari lumpur aktif industri Rungkut-Surabaya, Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peranan Konsorsium Acinetobacter sp. IrC1 dan Acinetobacer sp. IrC2 dalam menurunkan kandungan Zn, Fe, dan Mg pada cumi, udang, dan ikan. Metode penelitian meliputi: 1) pembuatan kurva pertumbuhan bakteri, 2) analisis logam berat pada udang, cumi, dan ikan, 3) uji kemampuan konsorsium bakteri dalam menurunkan kandungan logam pada cumi, udang, dan ikan serta 4) analisis penurunan kandungan logam berat dengan menggunakan konsorsium isolat bakteri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbandingan konsorsium Acinetobacter sp. IrC1 dan Acinetobacter sp. IrC2 terpilih adalah 66,66%:33,33% dengan nilai presentase penurunan logam berat (Zn, Fe, dan Mg) pada hasil perairan udang, cumi, dan ikan memiliki interval 91,69% hingga 99,82%. Acinetobacter pittii memiliki nilai presentase penurunan logam berat Zn, Fe, dan Mg pada hasil perairan udang, cumi, dan ikan yang lebih rendah, yaitu memiliki interval 87,87% hingga 99,50%. Kandungan logam berat lain yang terkandung di dalam hasil perairan udang, cumi, dan ikan adalah Cd, Co, Cr, Cu, dan Hg.Kata kunci: Acinetobacter sp., bakteri, cumi, ikan, udang
doi:10.29122/jtl.v21i1.3556 fatcat:qlcxpazljvdathp6t5i6hvn25q