BEBERAPA FAKTOR PENENTU KEBERLANJUTAN USAHA AGROINDUSTRI TEH RAKYAT

Lucyana Trimo, Syarif Hidayat, Muhammad Arief Budiman
2019 MIMBAR AGRIBISNIS Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis  
ABSTRAK Saat ini jumlah pelaku agroindustri teh rakyat di Jawa Barat semakin menurun. Sebagai contoh, agroindustri teh rakyat di Kabupaten Cianjur pada tahun 2015 yang terdapat di Kecamatan Sukanagara hanya tinggal enam unit dari 11 unit, Kecamatan Takokak hanya ada 11 unit dari 38 unit, dan Kecamatan Campaka tidak ada lagi agroindustri teh rakyat yang berdiri padahal beberapa tahun yang lalu terdapat tiga unit agroindustri teh rakyat. Kondisi tersebut terjadi juga di daerah lain, seperti di
more » ... lain, seperti di Kecamatan Ciwidey Kabupaten Bandung, saat inipun hanya agroindustri milik Kelompok Tani Barokah yang masih tetap bertahan (dari empat agroindustri yang ada di Kecamatan Ciwidey Kabupaten Bandung). Beberapa faktor penentu tetap bertahannya agroindustri teh rakyat, dapat berasal dari faktor internal maupun eksternal. Teknik penelitian yang digunakan adalah studi kasus. Penentuan informan dilakukan secara purposive yaitu terhadap staf Dinas Perkebunan, ketua dan wakil ketua kelompok tani, general manager agroindustri teh rakyat, petani pemasok, dan perangkat Desa. Data sekunder dikumpulkan dari dokumen yang ada di instansi terkait dan jurnal. Data dan informasi yang diperoleh dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukan bahwa, keberlanjutan keberadaan usaha agroindustri teh rakyat ditentukan oleh beberapa faktor, yaitu kemampuan pelaku agroindustri teh rakyat dalam: 1) memenuhi persediaan bahan baku (pucuk teh), 2) mengelola keuangan yang dimiliki, 3) mengelola organisasi, 4) melakukan diferensiasi produk, 5) memperluas jaringan informasi dan konektivitas dengan instansi terkait, 6) kontinyuitas dalam memenuhi permintaan pasar, dan 7) kontinyuitas dalam menjaga mutu produk. Kata kunci: agroindustri, daya saing, keberlanjutan, teh rakyat, kontinuitas ABSTRACT At present the number of actors from the tea agro-industry actors in West Java is decreasing, for example, the agroindustry of tea smallholder in Cianjur District in 2015 in Sub-districts: Sukanagara only has six units out of 11 units, Takokak Sub-district there are only 11 units of 38 units, and The Campaka sub-district has no more agroindustry of tea smallholder that was established even though a few years ago there were three units of the agroindustry of tea smallholder. These conditions also occur in other areas, such as in Bandung's Ciwidey District, even now only the Barokah Farmers Group's agroindustry still survives (from the four agroindustries in Bandung's Ciwidey District). Some determinants of the persistence of the agroindustry of tea smallholder can come from internal and external factors concerned. The research technique used is a case study. Determination of informants was done purposively, namely Plantation Service staff, chairman and deputy chairman of the farmer group, general manager of the tea agroindustry of the people, supplier farmers, and village apparatus. Secondary data is collected from existing documents in relevant agencies and journals. Data and information obtained were analyzed descriptively. The results showed that, the sustainability of the existence of the BEBERAPA FAKTOR PENENTU KEBERLANJUTAN USAHA AGROINDUSTRI TEH RAKYAT
doi:10.25157/ma.v5i1.1630 fatcat:p2uujidphnbn3ivkynh72rwsx4