Determinasi Kandungan pada Campuran Lemak Babi dengan Sapi menggunakan Spektroskopi Inframerah Dekat dan Partial Least Square Regression

Rizki Esta Agustin
2019 Jurnal Fisika dan Aplikasinya  
Intisari Lemak merupakan salah satu komponen penting bagi tubuh manusia. Oleh sebab itu, lemak sering kali ditambahkan sebagai salah satu bahan dasar dalam kegiatan industri pangan maupun produk kosmetika. Kandungan lemak yang ada didalam produk diteliti oleh lembaga pemerintahan. Namun, kegiatan tersebut membutuhkan waktu yang lama dan tidak ramah lingkungan. Dalam tulisan ini, dilakukan teknik lain untuk menduga kandungan pada campuran lemak menggunakan spektroskopi inframerah dekat (Near
more » ... rah dekat (Near Infrared Spectroscopy, NIRS) dan diikuti dengan perhitungan regresi kuadrat terkecil parsial (Partial Least Square Regression, PLSR). Pendugaan ini dilakukan dengan membuat sampel sebanyak 21 buah dengan persentase lemak babi terhadap lemak sapi(w/w), yaitu 0,00 sampai 1,00 dengan interval 0,05. Model kalibrasi ini dikembangkan menggunakan 11 sampel konsentrasi genap dan divalidasi menggunakan 10 sampel konsentrasi ganjil. Spektrum inframerah yang digunakan berada di kisaran 4.000-10.000 cm −1 . Pra-perlakuan data meliputi smoothing, normalisasi, turunan pertama, dan turunan kedua digunakan untuk mengoptimalkan model prediksi PLSR-NIRS yang dikembangkan. Spektra turunan kedua digunakan untuk meningkatkan resolusi spektra sebelum dilakukan analisis PLS. Secara keseluruhan teknik NIRS dan PLSR berhasil menunjukkan persentase kandungan pada sampel campuran lemak babi dengan sapi. Abstract Fat is one of important elements for human's body. Therefore, fat is often added as one of main ingredients both in food industry activity and in cosmetic products. In this study, another technique was done to make an assumption about the content of fat by using Near Infrared Spectroscopy, NIRS and it was followed by Partial Least Square Regression, PLSR. This assumption was done by making 21 samples with the pork fat percentage toward the cow fat (w/w), which was 0,00, 0,05 until 1,00with the interval of 0,05. This calibration model was developed using 11 samples of even concentrate and it was validated by using 10 samples of odd concentrate. The infra-red spectrum used in this study was around 4.000-10.000 cm −1 . Prior data treatment covered smoothing, normalizing, the first, and the second derivative which were used to optimized the developed PLSR-NIRS prediction models. The second descending spectrum was used to increase the spectrum resolution before PLS analysis was done. Overall, the NIRS and PLSR techniques were sucessful in showing the percentage of the content in the mixted samples of pork and cow fat.
doi:10.12962/j24604682.v15i3.4546 fatcat:htimlhmyznf7phvyfptym4r2u4