Konsep Diri Perempuan Di Kawasan Rawan Bencana Gunung Merapi

Dhyah Ayu Retno Widyastuti, Mario Antonius Birowo, Thomas Adi Purnomo Sidhi
2019 Jurnal Aspikom  
The participation of communities in disaster areas is one of the important factors of disaster management. Complexity in the disasters area affects social dynamics. The most vulnerable group in a community are women, whether the physical and psychological condition. In the context of disaster risk reduction, it is important to consider the condition of women. To understand the phenomena, this research uses Self-concept, which is discussed by George Herbert Mead in his Interaction Symbolic
more » ... tion Symbolic Theory. This research uses descriptive_qualitative method about the women in four villages on the slope of Merapi volcano, Boyolali, Central Java. These villages are located in a dangerous area during the last Merapi's eruption. Data were collected by some techniques, such as Focus Group of Discussion, interview, document, and observation. This research found the uniqueness selfconcept of women about marriage underage, the need of education, and economic sustainability. Abstraksi Keterlibatan masyarakat merupakan salah satu faktor penting dalam upaya penanggulangan bencana. Kompleksitas yang ada di wilayah bencana mempengaruhi berbagai dinamika masyarakat. Salah satu yang paling rentan adalah pengaruh pada perempuan dan anak. Kondisi fisik maupun psikologis menjadi persoalan krusial pada perempuan di wilayah rawan bencana. Pelibatan dalam upaya penanganan pengurangan risiko bencana (PRB) tentu didasari oleh keadaaan dari masingmasing individu. Penelitian ini bertujuan menemukan konsep diri perempuan di kawasan rawan bencana. Teori interaksi simbolis yang dikembangkan oleh George Herbert Mead digunakan sebagai pijakan penulis dalam mengembangkan ide dan paparan pembahasan. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif yang dilakukan pada kelompok perempuan di empat desa di Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali. Kecamatan ini merupakan satu wilayah yang terdampak besar saat terjadi bencana alam di Gunung Merapi. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan Focus Group Discussion. Triangulasi sumber data dilakukan untuk validitas data temuan. Hasil penelitian menunjukkan konsep diri perempuan di wilayah rawan bencana memandang cenderung berfikir konservatif, pernikahan dini banyak terjadi, keterbatasan akses pendidikan dan kapasitas ekonomi.
doi:10.24329/aspikom.v4i1.420 fatcat:ehqpwgunqnfwjk3ydbpunopjle