DAMPAK TRADISI KATUTUHANO TEI (TOLAK BALA) TERHADAP

Keberlangsungan Kehidupan, Masyarakat Nelayan, Studi Di, Desa Wtorumbe, Kecamatan Mawasangka, Tengah Kabupaten, Buton Tengah, Oleh Sumianti, Arsyad, Hj Supiyah
2018 Neo Societal   unpublished
Abstrak Penelitian ini menggunakan analisis deskriptif kualitatif. Informan penelitian sebanyak 10 orang yaitu kepala Desa Watorumbe, toko agama, toko Adat dan masyarakat biasa. Teknik pengumpulan data terdiri dari Observasi (pengamatan), wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa: Prosesi pelaksanaaan upacara tradisi Katutuhano Tei terdiri atas tiga tahap diantaranya: (a). Tahap persiapan, tahap persiapan diantaranya adalah menentukan hari pelaksanaan dan pembahasan biaya
more » ... Tahap pelaksanaan, tahap pelaksanaan yakni ritual pembacaan doa yang dilanjutkan dengan pengantaran sesajen ditempat tertentu, yaitu di laut dan di bagian darat yang ditutup dengan pembacaan doa yang dipimpin oleh ketua adat. (c). Tahap penutupan yaitu penutupan acara yakni makan bersama. Tradisi Katutuhano Tei memiliki dua dampak yaitu: (1). Dampak positif, dengan melakukan upacara tradisi Katutuhano Tei masyarakat merasa nyaman karena tanpa ada pemboman ikan secara liar yang akan merusak lingukan laut sehingga masyarakat setempat yang melaut berpenghasilan yang cukup dan masyarakat juga terhindar dari berbagai macam bencana. (2). Dampak negatif tanpa melakukan upacara tradisi Katutuhano Tei masyarakat merasa tidak nyaman karena takut untuk melaut sehingga pendapatannya dalam setiap bulan itu berkurang dan mengalami berbagai macam bencana. Nilai-nilai yang terkandung dalam tradisi Katutuhano Tei terdiri dua nilai diantaranya yaitu: (a). Nilai-nilai gotong royong untuk melakukan kegiatan secara bersama-sama dan tidak saling mengharapkan satu sama lain. (b). Nilai-nilai solidaritas pada tradisi Katutuhano Tei adalah tradisi ini dapat mempererat persaudaraan, kebersamaan dan dapat membangun persatuan dalam masyarakat. Kata Kunci: Tradisi Katutuhano Tei terhadap Masyarakat Nelayan PENDAHULUAN Indonesia adalah Negara kepulauan yang memiliki banyak sekali kebudayaan. Setiap daerah memiliki kebudayaan yang berbeda dan latar belakang yang berbeda pula.Ini menjadikan masyarakat Indonesia menjadi masyarakat yang majemuk.Kebudayaan pada setiap daerah berisikan adat istiadat yang pada dasarnya menjadi pedoman hidup bagi masyarakat yang mendukung keberlangsungan kebudayaan tersebut.Nilai-nilai budaya yang dianggap luhur oleh masyarakat pendukungnya cenderung diwariskan turun temurun kepada generasi selajutnya secara lisan dengan tindakan atau perbuatan sesuai dengan budaya yang ada dalam masyarakat tersebut. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh (Keesing, 1989) kebudayaan merupakan sistem gagasan atau sistem kognitif yang berfungsi sebagai pedoman kehidupan, referensi pola-pola kelakuan sosial, serta peristiwa yang terjadi sebagai
fatcat:4xtmig752vhola6fn36ilk47e4