Optimasi DF Berbasis Posisi Jendela Menggunakan Estetika Asimetris

Yose Rizal, Imam Robandi, Eko Mulyanto Yuniarno
2020 Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer  
<p class="Abstrak">Jendela merupakan elemen arsitektur yang berfungsi memasukan pencahayaan alami dari luar kedalam bangunan. Distribusi pencahayaan siang yang merata masuk kedalam ruangan dapat meminimalkan penggunaan pencahayaan buatan. Penelitian ini dilakukan untuk mencari optimasi posisi jendela dengan pendekatan kepada distribusi jarak daylight factor (DF) dan estetika komposisi spasial. Analisis dilakukkan berdasarkan kualitatif distibusi DF pada ruangan terhadap posisi bukaan jendela
more » ... i bukaan jendela secara estetika komposisional beradasarkan grafik teori kecocokan represetasional. Tahap fitting dan normalisasi pada nilai daylight factor dan estetika asimetri dari teori kecocokan represetasional merupakan langkah awal untuk mendapatakan optimasi nilai faktor yang nantinya akan diberikan suatu nilai faktor bobot ( ) untuk kedua variabel. Hasil studi di dapat posisi jendela paling optimal berada pada posisi jarak 23% dari lebar bidang dinding bukaan jendela terhadap sisi jendela bagian dalam, dimana nilai faktor bobot = 0,5. Optimasi dengan menggunakan nilai dapat digunakan arsitek untuk menentukkan distribusi DF, estetika asimetri atau bahkan keduanya.</p><p class="Abstrak"> </p><p class="Abstrak"><strong>Abstract</strong></p><p class="Abstract">The window is an architectural element that functions to incorporate natural lighting from outside into the building. Even daylight distribution into the room can minimize the use of artificial lighting. This research was conducted to find window position optimization by approaching the daylight factor (DF) distance distribution and spatial composition aesthetics. The analysis was carried out based on the qualitative distribution of DF in the room to the position of the window opening aesthetically compositional based on a graph of the theory of repetational compatibility. The fitting and normalization phase of DF values and the asymmetry aesthetics of the repetational match theory are the first step to get an optimization of the factor values which will be given a weight factor value (α) for both variables. The results of the study in the most optimal window position can be located at a distance of 23% from the width of the window opening wall area to the inner side of the window, where the weight factor value α = 0.5. Optimization using the can be used by architects to determine the distribution of DF, asymmetry aesthetics or even both. <strong></strong></p><p class="Abstrak"><strong><br /></strong></p>
doi:10.25126/jtiik.2020733160 fatcat:6evcwqbyjrebjczwua5renopai