Causes and Consequences of the War on Marijuana in Indonesia

Aristo Marisi Adiputra Pangaribuan, Kelly Manthovani
2019 Indonesia Law Review  
This article argues that the current narcotics law regime bears part of the blame, along with other criminal justice tools, for prison overcrowding and the unnecessary deprivation of liberty and dignity for violators. The multilayer categories of drug users introduced by the current narcotics law leaves too much discretion for the law enforcement agency to criminalize marijuana users. Data shows that in Jakarta and Surabaya court alone, all marijuana users are charged with multiple articles,
more » ... ltiple articles, leaving no room for them to escape from draconian sentences. This paper questions the repressive enforcement used by the Indonesian apparatus, specifically regarding marijuana, because it leads to other issues bigger than the personal use of marijuana itself. In the end, this article proposes a change in marijuana law while at the same time acknowledging the nature of political conservatism in Indonesia. Abstrak Artikel ini mencoba menunjukkan bahwa rezim hukum narkotika sekarang ini adalah faktor utama yang menyebabkan penjara over kapasitas dan pencabutan kebebasan dan martabat seseorang yang dilakukan tidak pada tempatnya. Multi kategori tentang pengguna narkotika yang ada di dalam undang-undang narkotika memberikan terlalu banyak kekuasaan kepada aparat penegak hukum untuk melakukan kriminalisasi kepada pengguna marijuana. Data menunjukkan di Jakarta dan Surabaya saja, pengguna marijuana didakwa dengan pasal berlapis sehingga mereka harus berhadapan dengan sanksi hukum yang sangat berat. Tulisan ini mempertanyakan penegakan hukum yang represif yang dilakukan oleh aparat, karena penegakan hukum tersebut ternyata memiliki dampak yang lebih besar daripada marijuana itu sendiri. Di akhir tulisan, artikel ini memberikan saran untuk melakukan perubahan undangundang, kemudian di saat yang sama, juga mempertimbangkan kultur politik yang konservatif di Indonesia.
doi:10.15742/ilrev.v9n2.502 fatcat:hl5li6boh5fbln5cosiicx6bci