OPTIMASI BIODEGRADABILITAS DAN UJI TOKSISITAS HASIL DEGRADASI SURFAKTAN LINEAR ALKILBENZENA SULFONAT (LAS) SEBAGAI BAHAN DETERJEN PEMBERSIH

Budiawan ., Yuni Fatisa, Neera Khairani
2010 Makara Seri Sains  
Abstrak Linear alkilbenzena sulfonat (LAS) adalah surfaktan dalam deterjen yang bersifat toksik terhadap organisme aquatik. Hasil penelitian memperlihatkan, pada konsentrasi LAS dalam medium yang digunakan (20 ppm), waktu adaptasi dan pertumbuhan bakteri Acinetobacter sp telah menunjukkan kemampuan biodegradasi yang lebih baik dari ketiga jenis bakteri lainnya (Pseudomonas putida, Pseudomonas fluorescence, Bacillaria spp), sehingga bakteri tersebut digunakan untuk penelitian lebih lanjut
more » ... lebih lanjut terhadap biodegradasi LAS. Berdasarkan waktu paruh untuk biodegradasi LAS dalam kultur Acinetobacter sp dan kultur campuran yaitu masing-masing ± 52,32% dan ± 46,82% tercapai pada hari ke-4, maka LAS dapat dikategorikan sebagai senyawa yang mudah terdegradasi. Uji toksisitas dilakukan berdasarkan reduksi tetrazolium dye dengan bakteri Rhizobium meliloti yang mengakibatkan peningkatan intensitas warna. LAS sebagai senyawa induk bersifat lebih toksik dibandingkan produk intermediat hasil degradasinya dengan nilai IC 50 = 34,35 ppm, sedangkan IC 50 produk intermediatnya yaitu bahan Ac dan bahan Cm masing-masing adalah 446,19 ppm dan 111,28 ppm. Identifikasi produk intermediat menggunakan analisis IR dan LC-MS menunjukkan bahwa dalam produk tersebut masih terdapat gugus-gugus fungsi benzena, asam benzoat, hidroksil, dan karbon alifatik dengan berat molekul yang masih besar. Proses biodegradasi LAS hingga tercapai waktu paruh (DT 50 ) hanya terjadi reaksi pada rantai karbon alifatik, belum sampai pada tahap pembukaan cincin aromatik. Abstract Optimization of Biodegradability and Toxicity Testing of Degradation Product from Linear Alkyl Benzene Sulfonate (LAS) Surfactant as Cleaning Detergent Agent. Linear Alkyl Benzene Sulfonate (LAS) is a surfactant used in laundry detergent as cleaning agent and toxic to aquatic organisms. Results shows, with the LAS concentration used (20 ppm) in medium, adaptation time and Acinetobacter sp. growth has shown better biodegradation ability than three other bacteria used Pseudomonas putida, Pseudomonas fluorescence, Bacillaria spp. Thus, Acinetobacter sp is used further for biodegradation process of LAS. Based on its biodegradation half-life using Acinetobacter sp, and with mixed culture (± 52.32% and ± 46.82% respectively) could be achieved in 4 (four) days, LAS could be categorized as a biodegradable compound. The toxicity assay is based on tetrazolium dye reduction with Rhizobium meliloti as indicator organism. LAS is more toxic than its intermediate product from biodegradation, with IC50 = 34.35 ppm, and the intermediate product, Ac and Cm, has IC 50 = 446.19 ppm and 111.28 ppm respectively. Identification of intermediate products using IR and LC-MS analysis shows that the degradation product contains chemicals compounds with functional group as follows: benzene, benzoic acid, hydroxyl, and aliphatic carbons with large molecule weight. Until its half-time degradation time, LAS biodegradation process only occurs at the aliphatic carbon chain, and have not yet reached the stage of aromatic ring opening.
doi:10.7454/mss.v13i2.410 fatcat:lgc64geq4vdrlinvyqavop65o4