PERAN AGAMA ISLAM DALAM PEMBENTUKAN PENDIDIKAN KARAKTER USIA REMAJA

Siti Maryam Munjiat
2018 Al-tarbawi al-haditsah. Jurnal pendidikan islam  
The early adolescent is the children period that classify in education grade, which is started from secondary to senior high school, and grouped in early teenager who is 12-15 years old and teenager 15-20 years old as stated by BKKBN. From this classification that the early adolescent is a changing period fromchildhood to adolescent which is in psychology the adolescent is development period, where the children have learned to make a choice and determine it. The choice determining and their
more » ... ining and their eagerness need the guider who guides their ways, such as family, society, and other supplement as reading book to increase the knowledge. Many tenagers are trapped by theirchoices and eagerness, which is should be accepted and loose liberally and be worst claimed by the society and religion. In early adolescent shows also indicator of unstable character, meanwhile character shows after habitual action and stable attitude from family and society controlling with the realization of the sciens and religion knowledge in routines religion contribution determines the attitude and moral significantly, the which is named attitude, character and moral. There is no religion teaches a worst attitude Islam as acommitment religion as compilation of predecessor religions which written in al-Quran explained in propet hadits. A. Pendahuluan Peran keluarga dalam mengarahkan emosi remaja-usia MTs-MA sangatlah penting karena pada anak usia remaja mulai terlihat pilihan-pilihan subjektif dan keputusan dalam bersikap ketika menghadapi masalah. Faktor eksternal seperti bahan bacaan baik visual maupun nonvisual sangat memberi kontribusi dalam pembentukan karakter remaja sehingga bukan hal yang tidak mungkin remaja semakin sulit dalam pengendalian emosi karena tersulut oleh media informasi yang agitatif bahkan provokatif. Di sinilah peran pendamping dalam mengarahkan remaja sangat dibutuhakan sehingga ada kontrol positif ketika remaja terus tumbuh dan berkembang 1 dalam perjalanannya. Demikian juga halnya peran agama dalam menentukan perjalanan remaja yang terus tumbuh dan berkembang, yaitu suatu kebenaran vertikal anatara makhluk dan tuhannya. Dalam hal ini adalah agama Islam ketika menyikapi karakter atau disebut dengan akhlak. Sebagaimana nabi Muhammad diutus sebagai rasul tidak lain adalah untuk menyempunakan akhlak. 2 Kehidupan seseorang berbeda pola hidupnya, karena manusia sudah ditakdirkan dalam keadaan yang berbeda beda, dalam kehidupan yang realistis ini ada berbagai macam emosi dari berbagai macam orang, karena sejatinya manusia diberi akal dan nafsu untuk membedakan dari makhluk lainnya seperti jin, dan hewan. Dari dasar itu pula yang membedakan kehidupan manusia yang beragam, dan emosi seseorang pun silih berganti, ada kalanya ketika sedang marah, sedang senang, maupun bahagia, maka hal ini dapat mendasari bahwa emosi seseorang dapat menjadi pengacu dari sistem kehidupan mereka yang beragam, karena ketika seseorang sedang mengalami ketidakbahagiaan dalam diri seseorang, maka dapat pula berpengaruh pada lingkungan mereka, karena setiap orang dibekali rasa empati terhadap sesama manusia, dan hal ini pun dapat berpengaruh pula pada kegiatan belajar mengajar di kelas, entah itu sebagai mahasiswa, murid biasa, bahkan murid privat sekalipun dan ketika mereka dalam kondisi yang 174 kurang keyakinan diri sendiri. 4 dan pembelajaran orang tersebut, sebagai contoh yaitu anakanak punk dan berandalan yang ada di jalanan, mereka melakukan perbauatan yang jahat bisa dipengaruhi karena kurangnya perhatian terhadap mereka dari orang tua mereka, yang kemudian mereka mencari teman yang sejalan dengan mereka dan membuat grup-grup tertentu untuk menunjukkan sikap-sikapnya yang menurut anggapan kelompoknya sebagai tindakan yang lumrah dan wajar. Adapun menurut Daniel goleman berpendapat bahwa emosi merujuk pada suatu perasaan dan pikiran yang khas, suatu keadaan biologis dan psikologis dan serangkaian kecenderungan untuk bertindak. Emosi pada dasarnya adalah dorongan untuk bertindak. Biasanya emosi merupakan reaksi terhadap rangsangan dari luar dan dalam diri individu. Sebagai contoh emosi gembira mendorong perubahan suasana hati seseorang, sehingga secara fisiologi terlihat tertawa, dan emosi sedih mendorong seseorang berperilaku menangis 5 Sedangkan emosi pun dibahas dalam al -qur'an pada Q.S (An -Nahl : 58) yang artinya: "padahal apabila mereka diberi kelahiran (anak perempuan) wajahnya menjadi hitam (merah padam), dan dia sangat marah." 6 Dilihat dari keterangan di atas, maka emosi terbagi menjadi dua macam yaitu emosi positif dan emosi negatif. Emosi positif (emosi yang menyenangkan), yaitu emosi yang menimbulkan perasaan positif pada orang yang mengalaminya, di antaranya adalah cinta, sayang, senang, gembira, kagum dan sebagainya. Emosi negatif (emosi yang tidak menyenangkan), yaitu emosi yang menimbulkan perasaan negatif pada orang yang mengalaminya, seperti sedih, marah, benci, takut dan sebagainya.Emosi positif adalah emosi yang harus dipupuk dan dikembangkan, sedangkan emosi negatif hendaklah diminimalkan atau dikendalikan sehingga ekspresinya tidak meledak-ledak. 7
doi:10.24235/tarbawi.v3i1.2954 fatcat:tprz2sjoj5embevoblfrj3xzsa