Program Brandstart Oleh Roemah Martha Tilaar Gombong Sebagai Community Development Martha Tilaar Group

Aat Ruchiat Nugraha Nugraha, Septiyana Puji Rahayu Rahayu, Lukiati Komala Erdinaya
2019 Communcology Jurnal Ilmu Komunikasi  
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana program Brandstart oleh Roemah Martha Tilaar Gombong sebagai community development Martha Tilaar Group. Metode yang digunakan adalah studi deskriptif dengan jenis data kualitatif dan menggunakan paradigma positivisme. Teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam, observasi pasif, dokumentasi dan studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa engagement, RMT sudah bisa membangun pemahaman, penerimaan, dan kepercayaan terhadap
more » ... aan terhadap program namun belum terbangun kesadaran masyarakat tentang pentingnya program Brandstart, sehingga belum tercipta kontrak sosial dengan masyarakat. Pada tahap assessment RMT sudah dapat mengidentifikasi masalah dan kebutuhan masyarkat yang akan dijadikan dasar perumusan program berdasarkan needs based approach dan right based approach. Pada tahap plan of action, perencanaan dilakukan dengan menyinergikan antara kebutuhan masyarakat dengan berbagai aspek dalam organisasi namun belum ada perumusan target secara tertulis dan struktur organisasi dalam pelaksanaan program. Pada tahap action and facilitation dilakukan dengan difasilitasi pendampingan, monitoring, dan supervisi dari pihak RMT dan juga Gambaran Brand Indonesia. Pada tahap evaluation and termination or reformation, RMT menilai sejauhmana keberhasilan pelaksanaan program yang telah dijalankan namun belum ada alat ukur kepuasan peserta sehingga belum benar-benar mengetahui impact dari pelatihan tersebut dalam keseharian UMKM dan belum ada dokumen evaluasi. Saran untuk RMT sebaiknya dalam tahap engangement lebih diperhatikan dalam memberikan sosialisasi agar tercipta kesadaran masyarakat akan pentingnya program Brandstart sehingga pada saat pelaksanaan dapat memenuhi target. Pada tahap evaluation and termination or reformation sebaiknya dibuat alat ukur terhadap kepuasan peserta agar diketahui sejauhmana keberhasilan dari pelatihan yang telah dilakukan, serta perlu dibuat dokumen evaluasi agar menjadi pedoman untuk program selanjutnya.
doi:10.21009/communicology.012.06 fatcat:ezpsos2j3rgt7h5ayapbtxxjyi