Implementasi Pola Komunikasi Antar Pribadi Pada Remaja

Djudjur Luciana Radjagukguk
2019 Ekspresi dan Persepsi Jurnal Ilmu Komunikasi  
Berkomunikasi secara terbuka dan luwes pada diri remaja dengan seseorang akan sangat terbantu dalam menyelesaikan persoalan-persoalan yang dialami. Komunikasi bagian terpenting dalam kehidupan, sebagai mahkluk sosial tentu saja semua manusia yang ada di muka dunia ini akan besosialisasi melalui komunikasi. Dengan komunikasi seseorang akan sangat terbantu dalam menyelesaikan persoalan-persoalannya. Banyak kasus, komunikasi lebih didominasi dalam bentuk verbal (kata-kata) dibanding dengan non
more » ... ding dengan non verbal (simbolik). Beberapa penelitian di Amerika, menegaskan bahwa waktu manusia di luar waktu tidur 70% digunakan untuk berkata-kata. Artinya, bilaseseorang mampu membangun kata-kata yang baik, orang itu telah menggunakan 70% waktunya untuk membangun sebuah kebaikan. Sebaliknya bila 70% itu digunakan untuk hal-hal yang jelek jelas orang itu sedang membuat kubangan bagi kegagalannya sendiri. Ketakutan dan kecemasan berkomunikasi menjadikan batu sandungan yang besar dalam diri seorang remaja. Sehingga, dapat menghilangkan kepercayaan diri. Kecemasan berkomunikasi amat mempengaruhi kredebilitas anak remaja. Pada kehidupan sehari-hari komunikasi antarpribadi merupakan suatu proses komunikasi (penyampaian pesan dari komunikator kepada komunikan) adalahhal yang paling efektif dapat dilakukan secara sederhana. Tujuan penelitian ingin mengetahui dan mengdeskripsikan implemtasikan pola komunikasi antarpribadi pada anak remaja. Metode yang digunakan melalui observasi dan wawancara mendalam kepada Ketua Karang Taruna dan Remaja RW 04 Kelurahan Sukmajaya Depok. Hal ini sangat diharapkan remaja memiliki kemampuan dalam berkomunikasi dalam menuangkan ide dan gagasannya, terlebih jika dilihat remaja adalah generasi penerus, sehingga mereka patut diberikan cara berkomunkasi antarpribadi secara baik. Hasil yang terlihat pada remaja Karang Taruna dan Remaja RW 04 Kelurahan Sukmajaya Depok para remaja mampu diajak untuk mengevaluasi diri dari setiap tindakan baik secara kelompok maupun individu.
doi:10.33822/jep.v1i01.443 fatcat:yc4xei2ny5b3fioxm6mlcvkdk4