Pengaruh Perlakuan Suhu dan Waktu Maserasi terhadap Karakteristik Ekstrak Daun Bambu Duri (Bambusa blumeana) sebagai Sumber Antioksidan

Ni Made Sri Wahyuni, Luh Putu Wrasiati, Amna Hartiati
2020 Jurnal Ilmiah Teknologi Pertanian Agrotechno  
ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh suhu dan waktu maserasi terhadap karakteristik ekstrak daun bambu duri sebagai sumber antioksidan serta untuk menentukan suhu dan waktu maserasi terbaik untuk menghasilkan karakteristik ekstrak daun bambu duri sebagai sumber antioksidan. Percobaan ini menggunakan rancangan acak kelompok dengan dua faktor. Faktor pertama yaitu suhu maserasi yang terdiri atas 30°C, 45°C, dan 60°C. Faktor kedua yaitu waktu maserasi yang terdiri atas 24,
more » ... terdiri atas 24, 36, dan 48 jam. Data dianalisis dengan analisis variansi dan dilanjutkan dengan uji Tukey. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suhu maserasi dan waktu maserasi berpengaruh sangat nyata terhadap rendemen, total fenolik, total flavonoid, klorofil total, kapasitas antioksidan, dan aktivitas antioksidan. Interaksi antar perlakuan berpengaruh sangat nyata terhadap total fenolik, total flavonoid, dan kapasitas antioksidan, namun tidak berpengaruh nyata terhadap rendemen ekstrak daun bambu duri. Perlakuan terbaik untuk menghasilkan ekstrak daun bambu duri sebagai sumber antioksidan adalah menggunakan suhu maserasi 60°C dan waktu maserasi 36 jam dengan karakteristik rendemen 9,82±0,18 persen, total fenolik sebesar 100,19±0,14 mg GAE/g, total flavonoid sebesar 186,86±0,70 mg QE/g, dan kapasitas antioksidan sebesar 83,99±0,78 mg GAEAC/g. ABSTRACT The aim of this study was to determine the effect of temperature and maceration time on the characteristics of bambu duri leaf extracts as a source of antioxidants and to determine the best temperature and time of maceration to produce bambu duri leaf extract characteristics as a source of antioxidants. This study used factorial randomized block design. The first factor is maceration temperature consisting of 30°C, 45°C and 60°C. The second factor is maceration time consisting of 24, 36, and 48 hours. The data was analysed by analysis of variance and continued with the Tukey test. The results showed that maceration temperature and maceration time had a very significant effect on yield, total phenolic, total flavonoid, and antioxidant capacity. The interaction between treatments had a very significant effect on the total phenolic, total flavonoid, and antioxidant capacity, but had no significant effect on the yield of bambu duri leaf extract. The best treatment to produce bambu duri leaf extract as a source of antioxidants is using maceration temperature of 60°C and maceration time of 36 hours with a yield characteristics of 9.82±0.18 percent, total phenolic of 100.19±0.14 mg GAE/g, total flavonoids of 186.86±0.70 mg QE/g, and antioxidant capacity of 83.99±0.78 mg GAEAC/g.
doi:10.24843/jitpa.2020.v05.i01.p05 fatcat:633uybn2kbhxlnh3o7suqbrt5i