STUDY OF GLICEMIKC INDEX AND MACRONUTRIENT CONTENT FROM TUBERS TO FIND ALTERNATIVE FUNCTIONAL FOOD

Endang Lukitaningsih, Ika Rumiyati, Fakultas Puspitasari, Universitas Farmasi, Mada Gadjah, Yogyakarta
2012 18 PHARMACON   unpublished
ABSTRAK Dewasa ini, di Indonesia eksplorasi untuk mencari bahan pangan alternatif pengganti beras masih terus dilakukan. Kandungan makronutrien dan kajian glisemik indeks dari umbi ganyong (Canna edulis Kerr.), walur (Amorphophallus variabilis), porang (Amorphophallus Oncophyllus Prain), suweg (Amorphophallus campanulatus Bl) dan uwi (Dioscorea alata L.) telah dilakukan pada penelitian ini dan bertujuan untuk memberikan dasar ilmiah pemilihan pangan alternatif, terutama bagi penderita diabetes
more » ... penderita diabetes mellitus dan obesitas. Pengukuran kandungan makronutrien meliputi kandungan karbohidrat mereduksi dan tidak mereduksi, protein dan serat dilakukan mengacu pada metode AOAC (1990), sedangkan glisemik indeks ditetapkan secara in vivo menggunakan hewan percobaan tikus jantan galur Wistar. Glisemik indeks sampel umbi-umbian seluruhnya lebih rendah dari glisemik indeks beras (72,8). Harga glisemik indeks sangat dipengaruhi oleh kandungan serat, sedangkan pengaruh kandungan karbohidrat terhadap harga glisemik indeks tidak dapat diamati. Walur dan porang memiliki kandungan serat yang besar, yaitu masing-masing 15,09% dan 11,27%, sedangkan harga glisemik indeks masing-masing sekitar 20,6 dan 16,9. ABSTRACT Currently, in Indonesia the exploration to find alternative food for replacing rice is still developing. Assessment and measurement of macronutrient content and glycemic index of ganyong (Canna edulis Kerr.), walur (Amorphophallus variabilis), porang (Amorphophallus Oncophyllus Prain), suweg (Amorphophallus campanulatus Bl) and uwi (Dioscorea alata L.) have been carried out to provide a scientific basis selection of alternative food sources, especially alternative foods for people having diabetes mellitus and obesity problems. The measurements of macronutrient content (reduce and not reduce of carbohydrate, protein and fiber) have been conducted according to procedures in AOAC (1990), while the glycemic index determined by in vivo experiments using male rats (Wistar species). Glycemic indexes of samples are lower than glycemic index of rice (72.8). In this case, glycemic index value is strongly influenced by the fiber content, while the effect of carbohydrates on glycemic index value cannot be clearly observed. Walur and porang have high fiber content, respectively 15.09% and 11.27%, while their value of glycemic index are approximately 20.6 and 16.9.
fatcat:s5fz2vpjlnbd5l3qhkht5zrina