FORMULASI SEDIAAN GEL ANTISEPTIK DAUN SIRIH HIJAU (Piper betle linn) DENGAN BASIS BIJI RAMI (Linum usitatissimum) DAN PENAMBAHAN SARI JERUK NIPIS (Citrus x aurantiifolia) SEBAGAI AROMA

Zalzabila Lusyana Fauziah Bilqies, Susi Andriani, Elih Sutisna Yanto
2021 Journal of holistic and health sciences (Jurnal ilmu holistik dan kesehatan)  
Latar Belakang: Sirih hijau mempunyai kelebihan daya antiseptik yang lebih dominan dibanding sirih lain, karena daya antiseptiknya yang kuat sering dimanfaatkan secara empiris untuk mengobati berbagai penyakit. Berkembangnya keinginan masyarakat untuk menggunakan bahan alam atau "back to nature", ditanggapi dengan banyak produk-produk topikal berbahan aktif tanaman untuk perawatan kesehatan, kosmetik dan pencegahan penyakit. Piper batle Linn atau sirih hijau merupakan salah satu tanaman yang
more » ... atu tanaman yang diketahui berkhasiat sebagai antiseptik. Penggunaan sirih hijau secara tradisional biasanya dengan merebus daun sirih kemudian air rebusan digunakan untuk kumur dan membersihkan bagian tubuh lain, atau daun sirih dilumatkan kemudian ditempelkan pada luka (Lindawaty, 2009). Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk membuat formulasi gel antiseptik yang berbasis biji rami dan ditambahkan dengan sari buah jeruk nipis sebagai aromatik, membuat gel antiseptik yang stabil dan homogen serta mengetahui pH yang di uji pada suhu ruang dan memiliki bentuk, warna, dan bau yang baik. Metode: Penelitian ini menggunakan desain penelitian tindakan (action research) desain penelitian tindakan ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menemukan solusi dari sebuah masalah yang diteliti. Pada penelitian ini menggunakan 4 siklus antara komponen penting, seperti perencanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi. Perencanaan penelitian ini berupa tahapan-tahapan perencanaan kerja yang harus dilakukan pada saat penelitian, lalu dilanjutkan dengan penelitian dan pengamatan hasil dari penelitian kemudian dianalisis sebagai refleksi terhadap ketercapaian peneliti pada saat penelitian. Hasil: Hasil susut pengeringan dari simplisia yg digunakan yaitu daun sirih sebesar 73,4 % berdasarkan uji stabilitas pH mengalami kenaikan pada sediaan, sediaan homogen, dan bertahan selama 20 hari. Simpulan: Simpulan dari penelitian ini yaitu stabilitas fisik sediaan formula II dan III dapat bertahan selama 20 hari pada penyimpanan suhu kamar (15-30oC) dengan pH awal 4 dan pH akhir 6, kuning kecoklatan, bau khas jeruk nipis dan sirih, tekstur licin. Pada suhu dingin (± 4oC), formula II dan III dapat bertahan selama 21 hari.
doi:10.51873/jhhs.v4i2.79 fatcat:osekn3muabcznaqnliqw7c6dxm