PEMETAAN EROSI DI WILAYAH KABUPATEN SITUBONDO

Muhammad Kholilur Rohman, Indarto Indarto, Marga Mandala
2020 MAJALAH ILMIAH GLOBE  
ABSTRAK Sebagian besar lahan di wilayah Kabupaten Situbondo, merupakan lahan sub-optimal kering. Prediksi erosi secara menyeluruh dan mencakup wilayah yang cukup luas diperlukan sebagai dasar perencanaan dan tindakan konservasi sumber daya lahan dan air. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengklasifikasikan Tingkat Bahaya Erosi (TBE) di wilayah Kabupaten Situbondo. Model USLE dan GIS digunakan sebagai tool utama dalam penelitian ini. Input data penelitian adalah peta digital, yang
more » ... peta digital, yang terdiri dari layer data hujan, jenis tanah, peruntukan lahan, dan data ASTER GDEM2. Adapun tahapan dalam penelitian meliputi (1) inventarisasi dan pengolahan data, (2) interpretasi faktor erosi (R, K, LS, CP), dan (3) menghitung dan mengklasifikasikan TBE. Faktor erosivitas (R) dihitung dari interpretasi data hujan tahunan. Faktor erodibilitas tanah (K) ditentukan dari analisis peta jenis tanah. Faktor panjang dan kemiringan lereng (LS) dihitung berdasarkan data ASTER GDEM 2 . Faktor pengelolaan tanaman dan tindakan konservasi (CP) ditentukan dari peta tata guna lahan. Peta tata guna lahan dihasilkan dari Peta Rupa Bumi Indonesia digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata laju erosi di wilayah Kabupaten Situbondo sebesar 73,37 ton/ha/tahun. Sekitar 65,60% dari luas wilayah Situbondo berada pada kelas TBE sangat ringan (0-15 ton/ha/tahun), 9,74% berada pada kelas ringan (15-60 ton/ha/tahun), 11,50% berada pada kelas sedang (60-180 ton/ha/tahun), dan 8,45% dari luas keseluruhan berada pada kelas berat (180-480 ton/ha/tahun). Hanya, sekitar 4,70% dari luas wlayah tergolong pada kelas sangat berat (>480 ton/ha/tahun).Upaya konservasi perlu direncanakan secara paralel dengan aktivitas peningkatan produktivitas lahan sub-optimal kering di wilayah Kabupaten Situbondo. ABSTRACT Majority of land in Situbondo classified as sub-optimal dry land. The effort for conservation activities should be conducted to maintain land productivity. This research aims to analyse and to classify erosion in the whole areas of the Situbondo. USLE and GIS used as a tool for the calculation. The main input are daily rainfall data, soil type layer, land use map, and DEM from the aster GDEM2. Research procedures consist of (1) data preparation, (2) calculation of erosion factors (R, K, LS, CP,) and (3) classification of erosion. The erosivity factor (R) calculated from the analysis of annual rainfall data. The erodibility factor (K) is obtained using analysis of soil type map. The length and slope factor (LS) calculated from the DEM and Soil layer data. The crop cover and conservation activities factor (CP) interpreted from RBI maps. The results show that the average erosion rate calculated in the study area is 73,37 ton/ha/year. About 65,60% of the area characterised by very-low erosion (0-15 ton/ha/year) and 9,74% by low-erosion (15-60 ton/ha/year). Furthermore, about 11,50% in moderate erosion (60-180 ton/ha/year) and 8,45% in severe erosion (180-480 ton/ha/year). Only 4,7% of the areas are subject to very severe erosion rate (> 480 ton/ha/year). It is noted that conservation activities should be scheduled in parallel to the effort of improving land productivities in the areas of dry suboptimal land resources.
doi:10.24895/mig.2020.22-1.989 fatcat:k4364c2kz5gzjaavekjl6z33dy