PREFERENSI PETANI TERHADAP KENTANG TOLERAN PENYAKIT BUSUK DAUN: Varietas Dayang Sumbi dan Sangkuriang

Agus Ruswandi, M.Si
2019 Creative Research Journal  
Salah satu penyakit utama kentang adalah penyakit busuk daun disebabkan oleh jamur, yang seringali menyebabkan kerugian sangat besar. Untuk menangani penyakit tersebut maka diintroduksikan Varietas Unggul Baru (VUB) kentang toleran penyakit busuk daun, yaitu Varietas Dayang sumbi dan Varietas Sangkuriang. Untuk mengetahui peluang adopsi inovasi teknologi VUB tersebut dilakukan penelitian preferesi petani terhadap terhadap kedua varietas tersebut, dengan tujuan: 1) Mengetahui tingkat ketahanan
more » ... dua varietas tersebut terhadap penyakit busuk daun; 2) Mengetahui preferensi petani terhadap varietas kentang toleran penyakit busuk daun; 3) melakukan analisis usahatani kentang toleran penyait busuk daun; 4) Melakukan analisis sifat inovasi teknologi kentang toleran penyakit busuk daun. Penelitian dilaksanakan Januari-Desember 2016 berlokasi di Pangalengan Kabupaten Bandung. Data yang dikumpulkan meliputi data tingkat kematian tanaman akibat penyakit busuk daun, preferensi petani terhadap varietas kentang toleran penyakit busuk daun, data input dan output produksi, serta data sifat inovasi teknologi. Data dikumpulkan melalui pengamatan, pencatatan usahatani, dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Varietas Dayang sumbi dan Sangkuriang terbukti sangat toleran terhadap penyakit busuk daun. Hal ini didukung oleh Preferensi petani terhadap kedua varietas tersebut sangat baik, dimana hasil penilaian petani menyatakan bahwa pertumbuhan dan hasil umbi kedua varietas tersebut sangat baik. Usahatani kentang dengan menggunakan kedua vareitas tersebut dapat mengurangi biaya fungisida sebesar 62,96% (terhadap biaya fungisida) atau mengurangi biaya sebesar 9,19% (terhadap biaya total). Teknologi varietas kentang toleran penyakit busuk daun (Dayang sumbi dan Sangkuriang) mempunyai sifat inovasi teknologi yang sangat tinggi, sehingga berpeluang diadopsi sangat tinggi.
doi:10.34147/crj.v4i02.178 fatcat:gfkc3fddpffhphez7ay7hz776y