A SURVEY OF ANTIBIOTICS PURCHASED WITHOUT PRESCRIPTION AMONG NON-HEALTH SCIENCE STUDENTS IN JEMBER, INDONESIA

Antonius Nugraha Widhi Pratama, Anis Rohmawati, Ema Rachmawati
2018 Jurnal Farmasi Sains dan Komunitas  
Previous research showed that self-medication practice with antibiotics is widespread in developing countries and tertiary students are among these consumers. This study aimed to estimate the prevalence of the use of antibiotics without prescription among non-health science students in Jember and to identify the sources of non-prescription antibiotics. This cross-sectional survey was conducted between April and June 2016 in all non-health science faculties of Universitas Jember. A questionnaire
more » ... er. A questionnaire containing four main short questions about antibiotics use and questions related to socio-demographic information was distributed to students who gave consent. A number of 130 (58.5%) respondents admitted to ever acquire antibiotics without the presence of a physician prescription. Self-medication with antibiotics tended to be done by students from rural areas (p=0.04) and without health insurance (p=0.04). The sources of nonprescription antibiotics vary, but pharmacy was the most frequently cited to be the source (n=82; 46.3%). This study showed that the use of antibiotics without prescription among non-health science students and the sale of antibiotics without prescription among pharmacies in Jember are prevalent. Real responses from the government, relevant health professional associations, and education institutions to intervene these problems are significantly needed. ABSTRAK Beberapa penelitian menunjukkan bahwa praktik swamedikasi dengan antibiotik marak di kalangan masyarakat negara berkembang dan mahasiswa termasuk juga sebagai konsumen antibiotika dengan cara ini. Penelitian sederhana ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi penggunaan antibiotika tanpa resep di antara mahasiswa non kesehatan di Jember dan untuk mengetahui sumber perolehan antibiotika tanpa resep. Survei potong lintang ini dilaksanakan antara April hingga Juni 2016 di semua fakultas non-kesehatan Universitas Jember. Kuesioner yang berisi empat pertanyaan utama tentang penggunaan antibiotika dan pertanyaan terkait informasi sosio-demografi dibagikan kepada mahasiswa yang memberikan consent. Sebanyak 130 (58,5%) responden mengaku pernah mendapatkan antibiotika tanpa resep dokter. Praktek swamedikasi dengan antibiotika cenderung dilakukan oleh mahasiswa yang berasal dari daerah rural (p=0,04) dan yang tidak memiliki asuransi (p=0,04). Responden mendapatkan antibiotik tanpa resep dari berbagai sumber dan apotek menjadi tempat paling sering disebutkan untuk membeli antibiotika tanpa resep (n=82; 46,3%). Penelitian ini menunjukkan penggunaan antibiotika tanpa resep masih tinggi di kalangan mahasiswa non kesehatan dan penjualan antibiotika tanpa resep di apotek di Jember cenderung tinggi. Peran nyata pemerintah, organisasi Jurnal Farmasi Sains dan Komunitas, 2018, 15(1), 47-54 48 Antonius N.W. Pratama et al. profesi kesehatan terkait, dan institusi pendidikan untuk melakukan intervensi untuk mengatasi hal tersebut sangat diperlukan. Kata kunci: antibiotika, Jember, mahasiswa non kesehatan, swamedikasi
doi:10.24071/jpsc.1511032 fatcat:vlt6q2yrz5hldknjpmxgyph25i