ANALISIS FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KURS RUPIAH TERHADAP DOLLAR AMERIKA SERIKAT

Delima Sari Lubis
2018 Al-Masharif : jurnal ilmu ekonomi dan keislaman  
Abstrak, Nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat berfluktuasi dari tahun ke tahun. Hal ini disebabkan berbagai faktor yang mengakibatkan penguatan atau pelemahan nilai tukar rupiah. Berdasarkan data, nilai tukar Rupiah mengalami fluktuasi dari tahun 1997 hingga 2015. Pada tahun 2010 nilai tukar Rupiah 8991 terus melemah menjadi 13795 pada tahun 2015. Nilai ekspor dan impor dari tahun 2010 hingga 2015 terus menurun. Sementara tingkat inflasi berfluktuasi hingga tahun 2015 sebesar
more » ... 2015 sebesar 3,35%. Dengan demikian penelitian ini bertujuan untuk menguji apakah ada pengaruh antara ekspor, impor dan inflasi terhadap nilai tukar secara parsial dan simultan. Penelitian ini dilakukan di Indonesia. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah tipe data sekunder time series dari tahun 1986-2015, sehingga ada 30 data. Data diperoleh dari situs web Badan Pusat Statistik. Pengujian dilakukan menggunakan Eviews versi 9. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial variabel ekspor tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap nilai tukar Rupiah terhadap Dollar, karena p-value lebih besar dari α, (0,2728> 0,05). Variabel impor juga tidak berpengaruh signifikan terhadap nilai tukar Rupiah terhadap Dollar, karena p-value lebih besar dari α, (0,3418> 0,05). Sedangkan variabel inflasi memiliki pengaruh yang signifikan terhadap nilai tukar Rupiah terhadap Dollar, karena p-value lebih kecil dari α, (0,0009 <0,05). Secara bersamaan, ekspor, impor dan inflasi memiliki pengaruh yang signifikan terhadap nilai tukar Rupiah terhadap Dolar, karena nilai prob. F-statistic lebih kecil dari α, (0,006945 <0,05). Abstract, The exchange rate of the Rupiah against the United States Dollar has fluctuated from year to year. This was due to various factors that resulted in the Rupiah exchange rate strengthening or weakening. Based on the data, the Rupiah exchange rate experienced fluctuations from 1997 to 2015. In 2010 the Rupiah exchange rate of 8991 continued to weaken to 13795 in 2015. The value of exports and imports from 2010 to 2015 continued to decline. While the inflation rate fluctuated up to the year 2015 of 3. 35%. Thus this study aims to examine whether there is an influence between exports, imports and inflation on the exchange rate partially and simultaneously. This research was conducted in Indonesia. This type of research is quantitative research. The data used in this study are secondary data types of time series from 1986-2015, so that there are 30 data. Data was obtained from the website of the Central Statistics Agency. The test was carried out using the Eviews version 9. The results showed that partially the export variable did not have a significant effect on the Rupiah exchange rate against the Dollar, because the p-value was greater than α, (0.2728> 0.05). The import variable also has no significant effect on the Rupiah exchange rate against the Dollar, because the p-value is greater than α, (0.3418> 0.05). While the inflation variable has a significant effect on the Rupiah exchange rate against the Dollar, because the p-value is smaller than α, (0.0009 <0.05). Simultaneously, exports, imports and inflation have a significant effect on the exchange rate of the Rupiah against the Dollar, because of the prob value. F-statistic is smaller than α, (0.006945 <0.05). PENDAHULUAN Kurs atau nilai tukar merupakan perbandingan antara nilai mata uang suatu negara dengan nilai mata uang negara lain. Negara yang menganut kebijakan kurs mengambang bebas adalah negara yang menyerahkan nilai mata uang sepenuhnya ditentukan oleh kekuatan permintaan dan penawaran di pasar. Permintaan dan penawaran tersebut diakibatkan dari kegiatan perdagangan internasional yang dilakukan negara-negara di dunia. Perdagangan dilakukan dengan menggunakan mata uang yang berbeda-beda. Sistem keuangan internasional memainkan peran yang sangat penting karena menjadi alat yang memfasilitasi pertukaran melalui pembelian dan penjualan komoditas, baik dalam Dollar, Euro, dan mata-mata uang lainnya .
doi:10.24952/masharif.v6i1.1124 fatcat:q5ztvd4zbvbdrnpbusozsic4le