Endotoxin as a predictor of severe dengue infection

Sri R.H Hadinegoro
1999 Medical Journal of Indonesia  
Systemic acute inflammatory response in endotoxemia promotes circulating disturbances and enhances prolonged and recurrent shock Studyonl20denguehemorrhagicfever(DHF)patientswasconductedtodeterminetheroleof endotoxemiainpredictingsevere dengue infection. Endotoxin concentration in severe dengue infection was 4 times higher than that in DHF in general. The highest endotoxin level among 32 severe dengue cases belonged to prolonged and recurrent shock cases. Patients with endotoxemia had 5.8 times
more » ... xemia had 5.8 times chance to develop severe dengue infection with shock tlmn than those without endotoxemia. Other predictors for severe dengue infection with shock included time (duration) of shock recovered, fîbrinogen concentration, serum C4, and nutritional status; while platelets count was the only predictorfor severe dengue infection without shock Serum endotoxin level of l5 pg/ml was the cutoffpoittt ofsevere dengue infection. In severe dengue infection, betterprognosk is characterizedby time ofshockrecoveredwithin4S minutes, fever ceased within nvo days, and gastrointestinal bleeding of not more than two days of hospitalization. Abstrak Respons sistemik pada inflamasi akut pada endotolesemia, menyebabkan gang9uan sirkulasi dan memacu terjadinya shok berkepanjangandansyokberulang. Telahdilakukanpenelitianpadal20oranganakyangmendeitademamberdarahdengue(DBD), untuk membuktikan apakah endotoksemia merupakan faktor prediktor untuk infeksi dengue beral. Kadar endotoksin serum pada hrfeksi dengue berat 4 kali lebih tinggi dari pada infeksi dengue pada umumnya. Diantara 32 orang anak dengan infeksi dengue beral, q,r11 berkepanjangan dan syok berulang mempunyai nilai endotoksin seram yang paling tinggi. Risiko kelompok infel<si dengue dengan endotoksemia untuk menderita infeksi dengue berat adalah 5.8 kali lebih tittggi dari pada kelompok infel<si dengue yang tidak menderila endotoksemia. Faktor prediktor untuk menjadi infeksi berat pada infeksi dengue kelompok syok adalah waktuyang dipergunakan untuk mengatasi syok, kadar fibinogen, kadar serum C4, endotoksemia, dan status nutrisi; sedangkan pada kelompok non-syok, jumlalt trombosit merupakan satu-satunya faktor prediktor. Kadar endotoksin serum I5 pg/ml merupakan cut-off urttuk infeksi dengue berat. Prognosis baik apabila syok dapat teratasi kurang dati 48 menit tidak lebih dari 64 menit, demam turun dalam dua hari, dan perdarahan saluran cerna tidak melebihi dua hari perawatan.
doi:10.13181/mji.v8i3.706 fatcat:v4vqr6hxxjgijooe5a36vhxycy