Graf Siklus-Tunggal Berorde n dengan Bilangan Kromatik-Lokasi n-2

Arfin Arfin, Program Studi Magister Pengajaran Matematika, Fakultas Matematika dan IPA, Institut Teknologi Bandung., Edy Tri Baskoro, Kelompok Keilmuan Matematika Kombinatorika, Fakultas Matematika dan IPA, Institut Teknologi Bandung
2019 Jurnal Matematika dan Sains  
ABSTRAK Diberikan suatu graf terhubung = ( , ). Misalkan Π = { 1 , 2 , ... , } merupakan suatu partisi terurut dari ( ) ke dalam kelas warna (1 ≤ ≤ ) yang diinduksi oleh suatu pewarnaan dengan warna. Kode warna dari suatu titik di , dinotasikan sebagai Π ( ), didefinisikan sebagai Π ( ) = ( ( , 1 ), ( , 2 ), ... , ( , )) dengan ( , ) = min{ ( , )| ∈ } untuk 1 ≤ ≤ . Pewarnaan disebut pewarnaan lokasi dari jika untuk setiap titik berbeda dan di , berlaku Π ( ) ≠ Π ( ). Bilangan kromatik-lokasi (
more » ... merupakan banyak warna minimum dalam pewarnaan lokasi pada . Chartrand, dkk. telah mengarakterisasi semua graf berorde dengan bilangan kromatik-lokasi − 1. Dalam tulisan ini, akan dikarakterisasi semua graf siklus-tunggal, yakni graf terhubung yang memuat tepat satu siklus, yang berorde ≥ 5 dengan bilangan kromatik-lokasi − 2. Kata kunci: bilangan kromatik-lokasi, graf siklus-tunggal © Institut Teknologi Bandung. Hak cipta dilindungi.
doi:10.5614/jms.2019.24.2.2 fatcat:rjqiue5yqrcu7dqztkodyzkm2u