EVALUASI KEBERLANJUTAN WISATA BAHARI PULAU PAHAWANG KABUPATEN PESAWARAN

Nava Neilulfar Alvi, Isye Susana Nurhasanah, Citra Persada
2018 Plano Madani Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota  
ABSTRAK Keberlanjutan pariwisata merupakan suatu proses yang kontinyu dalam mengawasi dampak serta implementasi dari pencegahan dalam suatu aktivitas pariwisata. Penelitian ini bertujuan untuk menilai tingkat keberlanjutan wisata bahari Pulau Pahawang Kabupaten Pesawaran. Dalam menilai keberlanjutan wisata bahari, ruang lingkup materi yang akan dianalisis adalah ekologi, ekonomi, sosial budaya, infrastruktur dan teknologi, serta kelembagaan sebagai aspek dalam komponen keberlanjutan yang harus
more » ... anjutan yang harus diintegrasikan untuk mengevaluasi performa "baik" dan "buruk" dalam pengembangan wisata bahari di Pulau Pahawang. Metode kuantitatif dibentuk pada hasil akhir dari metode kuantitatif untuk menjelaskan lebih lanjut mengenai hasil analisis. Data primer dalam metode kualitatif didapatkan melalui wawancara mendalam dengan beberapa stakeholder seperti pemerintah daerah, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), pengusaha, Kepala Desa dan Komunitas Mangrove. Hasil dari Analisis MDS menunjukan bahwa keberlanjutan dimensi ekologi (53,998%) dan dimensi ekonomi (51,288%) pada tingkat yang cukup berkelanjutan, sedangkan dimensi sosial budaya (42,629%), dimensi kelembagaan (37,678%), dan dimensi infrastruktur dan teknologi (37,881%) berada pada tingkat kurang berkelanjutan. ABSTRACT The objective of this study is to investigate the sustainability level of marine tourism development in Pahawang Island Pesawaran Regency. This work pretends to achieve sustainable tourism by doing continuous process of monitoring the impact and implementing the necessary preventive for tourism development. In order to measure tourism sustainability, the weight of social-culture, economic and ecological aspect as a sustainability component must be integrated to evaluate "good" and "bad" performace of tourism development in Pahawang Island. The quantitative method analyzes the indicator of sustainable tourism by theoretical support of Multidimensional Scalling (MDS) called Rapfish. The sustainable tourism indicators will be selected as inputs from a synthesis of several exercises from organization opinions and study cases about sustainable indicators. The qualitative method builds directly on the results from the quantitative phase and explains more detail about quantitative outcomes. The primary data for qualitative method will be obtained through depth interviews with stakeholder which contains local government, Non Governmental Organization (NGO), businessman, head of Pahawang Island and Mangrove Community. The result of Rapfish analysis indicate that sustainability on ecological (53,998%) and economic (51,288%) dimensions are sustainable, meanwhile social-cultural (42,629%), law-institution (37,678%), dimension of technology and infrastructure (37,881%) are unsustainable.
doi:10.24252/planomadani.v7i1a6 fatcat:xj46lz6vbzdm5hxonqqy3pccqu