Relasi Makna dalam Lirik Lagu Perjuangan Nahdlatul Wathan Karya TGKH. M. Zainuddin Abdul Majid (Kajian Semantik)

Herman Wijaya, Laila Sufi Wartini
2019 SeBaSa  
This study aimed to describe the semantic relation of words in the lyrics of Struggle song of Nahdlatul Wathan worked TGKH. M. Zainuddin Abdul Majid with semantic study. The method used in this research is descriptive method with a form of qualitative research. The data in this study are the words that contain the semantic relationships in lyrics of Struggle song of Nahdlatul Wathan worked TGKH. M. Zainuddin Abdul Majid with semantic study. Sources of data in this study is the lyrics of
more » ... song of Nahdlatul Wathan created by TGKH. M. Zainuddin Abdul Majid. Technique used in this research is interview and documentary studies. Data analysis technique is done through a phase of data reduction, data presentation, and concluded the data. Based on the results of data analysis, it can be deduced that the lyrics of Struggle song of Nahdlatul Wathan worked TGKH. M. Zainuddin Abdul-Majid are synonyms, antonyms, homonyms, hyponymy and hypernymy, redundancies and polysemy. Every relationship has a meaning that can be a lesson in social life. The songs contained on the teachings and exhortations, that as Muslims must maintain, strengthen faith and piety to Allah. In addition, as a citizen of Nahdlatul Wathan should be invited to foster a spirit of faith and devotion as a support to form the spirit of diversity and nationality. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan relasi semantik kata dalam Lirik Lagu Perjuangan Nahdlatul Wathan Karya TGKH. M. Zainuddin Abdul Majid dengan kajian semantik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan bentuk penelitian kualitatif. Data dalam penelitian ini adalah kata-kata yang mengandung relasi semantik dalam Lirik Lagu Perjuangan Nahdlatul Wathan Karya TGKH. M. Zainuddin Abdul Majid dengan kajian semantik. Sumber data dalam penelitian ini adalah Lirik Lagu Perjuangan Nahdlatul Wathan yang diciptakan oleh TGKH. M. Zainuddin Abdul Majid Teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik wawancara, dan studi dokumenter. Teknik analisis data dilakukan melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan menyimpulkan data. Berdasarkan hasil analisis data, dapat ditarik kesimpulan bahwa dalam Lirik Lagu Perjuangan Nahdlatul Wathan Karya TGKH. M. Zainuddin Abdul Majid terdapat sinonim, antonim, homonim, hiponim, redudansi dan polisemi. Setiap relasi memiliki makna yang dapat dijadikan pelajaran dalam kehidupan bermasyarakat. Lagu-lagu tersebut berisikan tentang ajaran dan Antonim atau keberlawanan makna dalam lirik lagu memilih guru di atas terdapat pada bait ke-3 baris ke yaitu kata [putus] seperti yang terlihat pada kutipan dibawah ini: Kalau hubungan dengan guru terpisah Jauh magfiroh dan putus barokah Putus barokah hilang semua muruah Walau ulama" sedunie mele pesolah Kata [putus] memiliki makna tidak berhubungan lagi. Sehingga kata [putus] tersebut dianggap memiliki hubungan keberlawanan makna dengan kata [bersambung] yang terdapat pada bait ke-2 baris ke-4. Kata [bersambung] memiliki makna tidak terputus, masih memiliki ikatan, seperti yang terlihat pada kutipan berikut ini: Sak tui jati tao" te beguru ngaji Sak bedoe silsilah ilmu sampe nabi Marak maulana bapak kyai hamzanwadi Guru dan ilmunya bersambung sampai nabi Keberlawanan makna juga terdapat pada bait ke-4 baris pertama, yaitu kata [inaq] dan [amaq], seperti yang terlihat pada kutipan dibawah ini: Dose bande menyangkut bareng inak amaq Bau tehapus si istigfar banyak-banyak Dose lek guru ndek nab au ta kerisa" Daka" na ta tebus sedunie emas perak Kata [inaq] merupakan istilah sasak yang jika diindonesiakan akan menjadi ibu, yang bermakna sebutan bagi seorang perempuan yang sudah menikah dan mempunyai anak. Begitu juga dengan kata [amaq] yang jika diindonesiakan akan menjadi bapak atau ayah, yang bermakna sebutan bagi seorang laki-laki yang sudah menikah dan mempunyai anak. Kedua kata tersebut dianggap berlawanan karena kata [inaq] digunakan untuk perempuan dan kata [amaq] digunakan untuk sebutan laki-laki. 3. Polisemi Relasi polisemi dalam lirik lagu Memilih Guru diatas terdapat pada bait pertama baris ke-3 yakni kata [materi] dan [kursi] seperti dibawah ini: Pandai pandai memilih guru tao" ngaji Guru sak tegak kance jujur ikhlas hati Mengajar bukan karena materi atau kursi Hanya semata-mata ikhlas karena ilahi Kata [materi] dalam lirik lagu diatas mengandung makna uang bayaran, karena hal tersebut terlihat pada lirik berikutnya yang mengatakan Hanya semata-mata ikhlas karena ilahi . Lirik tersebut menjelaskan bahwa Almagfurlah Maulana Syeikh (TGKH. M. Zainuddin Abdul Majid) mengajarkan murid-muridnya dengan ikhlas dan karena Allah SWT. Pada hakikatnya kata [materi] dikenal dengan sesuatu yang berkaitan dengan soal atau sesuatu yang diujikan, misalnya Pak Ali membagikan materi untuk ujian minggu depan. Namun kata [materi] tersebut mengalami perluasan makna seperti yang terjadi pada lirik lagu diatas.
doi:10.29408/sbs.v2i1.1352 fatcat:tjvsuclejbb3nbj5b4fusjwt5q