ANALISIS KELAYAKAN BANGUNAN GEDUNG PASAR SUKASARI BOGOR MELALUI PENDEKATAN LAIK FUNGSI BANGUNAN

Muhamad Lutfi, Bagus Nurzein Syaifullah
2020 Astonjadro  
<p class="Default">Bangunan Gedung Pasar Sukasari mengalami penurunan fungsi bangunan, salah satunya adalah masalah struktur bangunan yang di anggap kurang layak seperti kondisi fisik bangunan dan juga elemen struktur bangunannya yang sudah banyak terdapat kerusakan-kerusakan karena melihat dari usia bangunan Gedung Pasar Sukasari sekitar 25 tahun, sehingga dianggap perlu dilakukan suatu analisis atau kajian kelayakan fisik bangunan Pasar Sukasari. Pemeriksaan kelayakan fisik bangunan Pasar
more » ... bangunan Pasar Sukasari Bogor dengan cara pemeriksaan visual dan pemeriksaan kuat tekan beton berdasarkan persyaratan teknis beton yang berlaku, sehingga akhirnya didapat nilai tingkat kelayakan atau keandalan fisik bangunan Pasar Sukasari Bogor serta rekomendasi yang dapat ditindaklajuti oleh PD Pasar Pakuan Jaya (PDPPJ) sebagai pengelola dari bangunan Pasar Sukasari Bogor. Hasil pemeriksaan, sekitar 50 % struktur balok dan plat lantai di lantai 1 mengalami korosi pada tulangannya. Hal ini diakibatkan pelapukan pada beton. Dari segi fisik, merembesnya air pada struktur tersebut terlihat telah berlangsung cukup lama dan berulang-ulang, didapat rerata kerusakan pada balok adalah 19.5%, kerusakan pada kolom 19% dan kerusakan pada pelat adalah 20%, sehingga hal ini akan mempengaruhi kekuatan struktur bangunan. Hasil uji tekan beton menunjukan bahwa mutu beton bangunan pada lantai 2 yang berupa dak beton dimana lantai tersebut diperuntukannya untuk Pujasera, tidak memenuhi standar minimal mutu beton bagi struktur bangunan tahan gempa (&gt;20 MPa). Hasil penilaian Keandalan Bangunan Gedung Pasar Sukasari, dimana tingkat keandalan aspek struktur adalah tidak andal dengan bobot poin 20,48 lebih kecil dari nilai 25.5 (85% x 30), maka berdasarkan UU Bangunan Gedung Nomor 28 Tahun 2002 dapat disimpulkan bahwa keandalan bangunan Gedung Pasar Sukasari Bogor masuk kategori "Tidak Andal" sehingga langkah kebijakan yang dapat diambil oleh PDPPJ adalah ada 4 (empat) opsi yaitu: (1) melakukan perbaikan; (2) melakukan perkuatan; (3) melakukan retrofitting dan (4) melakukan perombakan atau pembongkaran.</p>
doi:10.32832/astonjadro.v9i1.2726 fatcat:h73umcgujrd5nptgtx57ayiymi