KAJIAN KESESUAIAN MUTU KAKAO RAKYAT SULAWESI SELATAN DENGAN SNI 01-2323-2002

Sulistyowati Sulistyowati, Andrianto Moeljono, Utomo Utomo, Muti Sophira Hilman
2005 Jurnal Standardisasi  
Abstrak Biji kakao merupakan salah satu komoditas sumber devisa dari sektor perkebunan, yang banyak diusahakan oleh rakyat terutama dari Sulawesi Selatan. Komoditi tersebut selain untuk memenuhi kebutuhan konsumen dalam negeri juga diekspor, antara lain ke USA dan Eropa. Peningkatan mutu komoditi perlu dilakukan, dan diharapkan dengan adanya peningkatan mutu dapat pula meningkatkan pendapatan petani. Salah satu upaya yang akan dilakukan saat ini, adalah dengan mensyaratkan setiap biji kakao
more » ... tiap biji kakao yang akan diperdagangkan harus memenuhi persyaratan yang tertuang dalam SNI 01-2323-2002, Biji kakao. Sebelum ketentuan tentang persyaratan biji kakao untuk ekspor diberlakukan secara wajib, perlu dilakukan kajian terhadap kemampuan petani, kesiapan pedagang pengumpul dan eksportir untuk menerapkan SNI tersebut. Diharapkan hasil kajian penerapan SNI biji kakao ini dapat digunakan sebagai masukan bagi regulator, lembaga penilaian kesesuaian dan unit terkait lainnya dalam kegiatan penerapan SNI, dan untuk mengetahui kesiapan produsen dalam penerapan SNI 01-2323-2002, Biji kakao. Dari hasil kajian ini diketahui bahwa tingkat pemenuhan syarat umum dalam SNI 01-2323-2002 untuk contoh biji kakao yang diambil dari petani, pedagang, dan eksportir relatif sangat rendah. Faktor pembatasnya adalah kadar kotoran (waste), dan kadar air. Tingkat pemenuhan contoh biji terhadap syarat khusus SNI 01-2323-2002, dimana faktor pembatasnya adalah kadar biji tak terfermentasi pun cukup rendah. Berdasarkan pemenuhan terhadap persyaratan umum dan persyaratan khusus tersebut, biji kakao dari Sulawesi Selatan masuk kedalam tingkat mutu yang paling rendah. Abstract Cacao bean is one of the foreign exchange resource commodities from crop plantation sector. This commodity is mainly cultivated by smallholders especially in South Sulawesi. Besides to fulfill the domestic industries, this commodity is also exported abroad particularly to the United State and European Union countries. Improvement of cocoa bean's quality is required to sustain the farming system and increase the farmer earnings. One of the efforts to be conducted for the time being is by compliance cocoa beans quality for export with the SNI 01-2323-2002, Cocoa Bean's requirement. Before the technical rule of cocoa bean export is compulsory, a study to identify farmer ability, readiness of trader and exporter to comply with the SNI is needed. Expectation of this study is that the result can be used as a base line data for regulator, conformity assessment bodies and other related unit in SNI implementation activity, as well as to know the readiness of producer in implementing SNI 01-2323-2002. Result of this study showed that the compliance level of all cocoa beans samples, which were taken from farmers, traders, and exporters with general requirement of SNI 01-2323-2002 was relatively low. Their constrictor factor was moisture and waste content. Compliance level of cocoa bean samples to specific requirement in SNI 01-2323-2002, with constrictor factor unfermented cacao bean, was also relatively low. According to compliance with general and specific requirement, cacao bean from South Sulawesi is in the lowest quality level.
doi:10.31153/js.v7i3.38 fatcat:bxuwiows5zg3ne4r2vakwq44ja