Distribution of Cows by Days in Milk (DIM) at First AI and Calving to Conception Interval in Dairy Cows

M A Yusuf, A L Toleng, M F Syafar
2012 Media Peternakan  
The objective of this study was to show the distribution of cows by days in milk (DIM) at first artificial insemination (AI) and the interval from calving to conception. The study was conducted in 47 commercial dairy herds in Enrekang Regency from May to October 2011. Of 289 animals, 143 of them or 49.5% were dairy Holstein Friesian cows with parities one to seven; mean (±SD) 2.05±1.50. The cows were classified into six groups based on DIM at first AI; within 40 d postpartum, between 41 and 85
more » ... between 41 and 85 d, 86 and 115 d, 116 and 150 d, 151 and 210 d, and 211 days or more. The cows were classified into five groups based on the interval from calving to conception; within 85 d postpartum, 86 and 115 d, 116 and 150 d, 151 and 210 d, and 211 days or more. The results of this study showed that the interval from calving to first AI was 131.6±121.8 d. The percentage of cows inseminated within 85 d after calving was only 56.1%; significantly lower (P<0.01) than the percentage in the list of fertility management assessment standard. Likewise, cows conceived within 150 d after calving was only 32%. In conclusion, a longer average days in milk (DIM) at first AI in dairy cows was found in the present study, subsequently reduced the possibility of the cows to become pregnant in an optimum time, and reduced the reproductive performance of the herds. Key words: days in milk at first AI, calving to conception interval, dairy cows ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk menunjukkan distribusi ternak sapi perah pada inseminasi buatan (IB) pertama setelah melahirkan dan jarak antara melahirkan dan kembali bunting. Penelitian ini dilaksanakan pada 47 peternakan sapi perah dari bulan Mei sampai Oktober 2011 di Kabupaten Enrekang. Sebanyak 49,5% dari 289 ternak merupakan induk dengan paritas satu sampai tujuh. Ternak sapi diklasifikasikan ke dalam enam kelompok berdasarkan pelaksanaan IB pertama, yaitu waktu 40 hari setelah melahirkan, antara 41 dan 85 hari, 86 dan 115 hari, 116 dan 150 hari, 151 dan 210 hari, dan 211 hari atau lebih. Ternak sapi diklasifikasikan ke dalam lima kelompok berdasarkan jarak antara melahirkan dan kembali bunting, yaitu waktu 85 hari setelah melahirkan, antara 86 dan 115 hari, 116 dan 150 hari, 151 dan 210 hari, dan 211 hari atau lebih. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa jarak antara melahirkan dan IB pertama adalah 131,6±121,8 hari. Persentase ternak yang diinseminasi dalam waktu 85 hari setelah melahirkan hanya sebesar 56,1%, sangat nyata (P<0,01) lebih rendah dibandingkan dengan standar persentase dalam daftar penilaian manajemen fertilitas. Ternak sapi perah yang bunting dalam waktu 150 hari setelah melahirkan hanya 32%. Dapat disimpulkan bahwa rata-rata IB pertama setelah melahirkan dalam penelitian ini terlalu panjang, sehingga menurunkan kemungkinan ternak untuk kembali bunting dalam waktu yang optimal serta menurunkan penampilan reproduksi ternak sapi perah. Kata kunci: IB pertama setelah melahirkan, jarak antara melahirkan dan kembali bunting, sapi perah
doi:10.5398/medpet.2012.35.3.185 fatcat:2mwc4ebzfjcrnarelegikz47te