PENGARUH ROTASI KAP, AUDIT TENURE, DAN REPUTASI KAP TERHADAP KUALITAS AUDIT PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR

Siska Nurhayati, Sawitri Dwi, Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi
unpublished
This research aims to explaine mandatory rotation of audit firm, audit tenure, and accounting firm reputation toward audit quality, measured by discretionary accruals. Samples are manufacturing firms listed in Indonesia Stock Exchange for the year 2008 until 2012 with total observations of 819 firm-years. Multiple regression is used for hypotheses testing. The results show that there is no significant effect of mandatory rotation of audit firm on audit quality. Audit firms and auditee can be
more » ... d auditee can be considered well known of PMK 17/PMK.01/2008. Then audit tenure and audit firms reputation have significant effect to audit quality. Audit tenure can be consedered increase competencies of auditor, while the audit firms reputation that affiliated with big 4 firms probably has well integrity. Keywords: mandatory rotation of audit firm, audit tenure, audit firms reputation, audit quality Akuntan, sebagai salah satu profesi bisnis dan eko-nomi, seringkali dihadapkan pada dilema yang dise-babkan oleh banyaknya kepentingan yang diputuskan atas dasar laporan keuangan. Banyaknya kepen-tingan yang seringkali berbeda mengharuskan akuntan, sebagai pihak yang bertanggungjawab atas penyusunan laporan keuangan, tidak memihak salah satu kepentingan dan mengorbankan kepentingan yang lain. Akuntan sebagai profesi, tidak hanya ditujukan untuk mencari nafkah, akan tetapi juga mengemban misi sosial dan pekerjaannya berdam-pak luas bagi masyarakat (Agoes dan Ardana, 2011: 123 dalam Subroto, di down load tanggal 31 Agustus 2015). Harmonisasi profesi untuk kepentingan indi-vidu (sebagai sumber penghidupan) dan kepentingan masyarakat, dapat berjalan seiring jika profesi yang diperoleh melalui pendidikan dan pelatihan sekaligus bermuatan nilai-nilai etika. Etika profesi dimaknai sebagai standar sikap para anggota profesi yang dirancang agar praktis dan realistis, tetapi sedapat mungkin idealistis. Tuntutan etika profesi harus di atas hukum tetapi di bawah standar ideal (absolut) agar etika tersebut mempunyai arti dan berfungsi sebagaimana mestinya (Halim, 2008:29 dalam Kurnia, dkk., 2014). Auditor sebagai salah satu profesi akuntan, sering dilibatkan dalam pilihan-pilihan antara nilai-nilai yang bertentangan. Hal ini terjadi ketika auditor dan auditee tidak sepakat terhadap fungsi dan tujuan pemeriksaan audit. Ketika auditor tidak sepakat dengan auditee, auditor dengan kecenderungan pragmatis, akan melakukan apa yang diminta oleh klien karena auditor tidak ingin kehilangan mata pencahariannya tersebut. Terlebih lagi jika terdapat ikatan ekonomi yang kuat antara auditor dan peru-sahaan auditee, auditor condong untuk memenuhi kepentingan auditee dan mengabaikan kepentingan pihak lain. Audit atas laporan keuangan dimaksudkan untuk menurunkan risiko informasi yang terkandung di dalamnya dan memperbaiki kualitas pengambilan keputusan (Arens, 2008:4). Proses audit dirancang untuk menentukan apakah angka-angka yang dila-porkan dalam laporan keuangan relatif wajar, sehingga. kualitas audit menjadi hal yang penting dan utama untuk meningkatkan kredibilitas laporan keuangan. Kualitas audit sangat penting dalam men-jaga integritas pelaporan keuangan. Semakin tinggi kualitas audit dapat meningkatkan kepercayaan pengguna laporan keuangan (Kurniasih, 2014).
fatcat:uz2sbs6berc2xg5whm6p6l5eeu